sn22.100:2.1 Para bhikkhu, pernahkah kalian melihat lukisan yang bernama ‘Perilaku’?”
sn22.100:2.2 “Ya, Bhante.”
sn22.100:2.3 “Itu pun, para bhikkhu, lukisan yang bernama ‘Perilaku’ itu dilukis oleh pikiran. Namun, para bhikkhu, pikiran bahkan lebih beragam daripada lukisan itu.
sn22.100:2.4 Oleh karena itu, para bhikkhu, kalian harus senantiasa merenungkan pikiran kalian sendiri:
sn22.100:2.5 ‘Untuk waktu yang lama pikiran ini telah dikotori oleh nafsu, kebencian, dan delusi.’
sn22.100:2.6 Para bhikkhu, makhluk-makhluk menjadi kotor karena pikiran kotor;
sn22.100:2.7 makhluk-makhluk menjadi bersih karena pikiran bersih.