sn22.100:1.1 Di Sāvatthī.
sn22.100:1.2 “Para bhikkhu, saṁsāra ini tidak memiliki awal yang diketahui.
sn22.100:1.3 Titik awal tidak terlihat bagi makhluk-makhluk yang berkelana dan bertransmigrasi, yang diliputi oleh ketidaktahuan dan terbelenggu oleh nafsu keinginan.
sn22.100:1.4 Misalkan, para bhikkhu, seekor anjing kampung yang diikat dengan tali pada tiang atau pilar yang kuat. Apakah ia berjalan, berdiri, duduk, atau berbaring, ia tetap berada di dekat tiang atau pilar itu.
sn22.100:1.5 Demikian pula, para bhikkhu, seorang kaum duniawi yang tidak terpelajar merenungkan bentuk sebagai: ‘Ini milikku, inilah aku, inilah diriku.’
sn22.100:1.6 Mereka merenungkan perasaan …
sn22.100:1.7 persepsi …
sn22.100:1.8 bentukan-bentukan …
sn22.100:1.9 kesadaran sebagai: ‘Ini milikku, inilah aku, inilah diriku.’
sn22.100:1.10 Ketika berjalan, mereka berjalan tepat di samping lima kelompok unsur yang dilekati.
sn22.100:1.11 Ketika berdiri …
sn22.100:1.12 duduk …
sn22.100:1.13 berbaring, mereka berbaring tepat di samping lima kelompok unsur yang dilekati.
sn22.100:1.14 Oleh karena itu, para bhikkhu, kalian harus senantiasa merenungkan pikiran kalian sendiri:
sn22.100:1.15 ‘Untuk waktu yang lama pikiran ini telah dikotori oleh nafsu, kebencian, dan delusi.’
sn22.100:1.16 Para bhikkhu, makhluk-makhluk menjadi kotor karena pikiran kotor;
sn22.100:1.17 makhluk-makhluk menjadi bersih karena pikiran bersih.”