Demikian pula, para bhikkhu, di sini para bhikkhu senior pada pagi hari mengenakan jubah, membawa mangkuk dan jubah, memasuki desa atau kota untuk menerima dana makanan.
In the same way, there are senior mendicants who robe up in the morning and, taking their bowl and robe, enter the town or village for alms.
Namun, para bhikkhu, para bhikkhu muda yang mengikuti teladan para bhikkhu senior itu, pada pagi hari mengenakan jubah, membawa mangkuk dan jubah, memasuki desa atau kota untuk menerima dana makanan.
Junior mendicants, following the example of the senior mendicants, robe up in the morning and, taking their bowl and robe, enter the town or village for alms.
Te taṁ lābhaṁ gadhitā mucchitā ajjhopannā anādīnavadassāvino anissaraṇapaññā paribhuñjanti.
Tetapi ketika mereka memperoleh sesuatu, mereka menggunakannya dengan terikat, tergila-gila, melekat, buta terhadap bahayanya, dan tidak memahami jalan keluarnya.
But when they get things, they use them tied, infatuated, attached, blind to the drawbacks, not understanding the escape.
'Ketika kami memperoleh sesuatu, kami akan menggunakannya tanpa terikat, tanpa tergila-gila, tanpa melekat, melihat bahayanya, dan memahami jalan keluarnya.'
‘When we get things, we will use them untied, uninfatuated, unattached, seeing the drawbacks, and understanding the escape.’
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.
SN 20.9 · Khotbah tentang Gajah Jantan | Tiga Keranjang