‹
SN 17.5

Mīḷhakasutta

Kumbang Kotoran

Saṁyutta Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA SN 17.5

Kenali dunia dalam sutta ini

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
sn17.5:1.1

Sāvatthiyaṁ viharati.

Di Sāvatthī.

At Sāvatthī.

sn17.5:1.2

“Dāruṇo, bhikkhave, lābhasakkārasiloko …pe… adhigamāya.

“Perolehan, penghormatan, dan ketenaran adalah hal yang kejam … demi pencapaiannya.

“Possessions, honor, and popularity are grim …

sn17.5:1.3

Seyyathāpi, bhikkhave, mīḷhakā gūthādī gūthapūrā puṇṇā gūthassa. Purato cassa mahāgūthapuñjo.

Misalkan, para bhikkhu, ada seekor kumbang pemakan kotoran yang penuh dengan kotoran, dipenuhi kotoran, dan di depannya ada tumpukan kotoran yang besar.

Suppose there was a dung-eating beetle full of dung, stuffed with dung, and before her was a big pile of dung.

sn17.5:1.4

Sā tena aññā mīḷhakā atimaññeyya:

Ia akan memandang rendah kumbang-kumbang lain, dengan berpikir:

She’d look down on other beetles, thinking:

sn17.5:1.5

‘ahamhi gūthādī gūthapūrā puṇṇā gūthassa, purato ca myāyaṁ mahāgūthapuñjo’ti.

‘Aku adalah pemakan kotoran yang penuh dengan kotoran, dipenuhi kotoran, dan di depanku ada tumpukan kotoran yang besar.’

‘For I am a dung-eating beetle full of dung, stuffed with dung, and before me is a big pile of dung.’

sn17.5:1.6

Evameva kho, bhikkhave, idhekacco bhikkhu lābhasakkārasilokena abhibhūto pariyādiṇṇacitto pubbaṇhasamayaṁ nivāsetvā pattacīvaramādāya gāmaṁ vā nigamaṁ vā piṇḍāya pavisati.

Demikian pula, para bhikkhu, ada seorang bhikkhu tertentu yang pikirannya dikuasai dan diliputi oleh perolehan, penghormatan, dan ketenaran. Pada pagi hari, ia mengenakan jubah, membawa mangkuk dan jubahnya, lalu memasuki desa atau kota untuk menerima dana makanan.

In the same way, take a certain mendicant whose mind is overcome and overwhelmed by possessions, honor, and popularity. They robe up in the morning and, taking their bowl and robe, enter the village or town for alms.

sn17.5:1.7

So tattha bhuttāvī ca hoti yāvadattho, nimantito ca svātanāya, piṇḍapāto cassa pūro.

Di sana ia makan sepuasnya, diundang untuk keesokan harinya, dan makanan dana yang diterimanya penuh.

There they eat as much as they like, get invited back tomorrow, and have plenty of almsfood.

sn17.5:1.8

So ārāmaṁ gantvā bhikkhugaṇassa majjhe vikatthati:

Setelah kembali ke vihara, ia membual di tengah-tengah kelompok para bhikkhu:

When they get back to the monastery, they boast in the middle of a group of mendicants:

sn17.5:1.9

‘bhuttāvī camhi yāvadattho, nimantito camhi svātanāya, piṇḍapāto ca myāyaṁ pūro, lābhī camhi cīvarapiṇḍapātasenāsanagilānappaccayabhesajjaparikkhārānaṁ, ime panaññe bhikkhū appapuññā appesakkhā na lābhino cīvarapiṇḍapātasenāsanagilānappaccayabhesajjaparikkhārānan’ti.

‘Aku telah makan sepuasnya, aku diundang untuk keesokan harinya, dan makanan dana yang kuterima penuh. Aku memperoleh jubah, makanan dana, tempat tinggal, serta obat-obatan dan perlengkapan bagi yang sakit. Tetapi para bhikkhu lain ini sedikit jasanya, sedikit pengaruhnya, tidak memperoleh jubah, makanan dana, tempat tinggal, serta obat-obatan dan perlengkapan bagi yang sakit.’

‘I ate as much as I liked, got invited back tomorrow, and had plenty of almsfood. I get robes, almsfood, lodgings, and medicines and supplies for the sick. But these other mendicants have little merit or significance, so they don’t get these things.’

sn17.5:1.10

So tena lābhasakkārasilokena abhibhūto pariyādiṇṇacitto aññe pesale bhikkhū atimaññati.

Dengan pikiran yang dikuasai dan diliputi oleh perolehan, penghormatan, dan ketenaran, ia memandang rendah para bhikkhu lain yang baik hati.

With a mind overcome and overwhelmed by possessions, honor, and popularity, they look down on other good-hearted mendicants.

sn17.5:1.11

Tañhi tassa, bhikkhave, moghapurisassa hoti dīgharattaṁ ahitāya dukkhāya.

Hal itu, para bhikkhu, akan membawa kerugian dan penderitaan yang berkepanjangan bagi orang dungu itu.

This will be for their lasting harm and suffering.

sn17.5:1.12

Evaṁ dāruṇo kho, bhikkhave, lābhasakkārasiloko …pe…

Demikian kejamnya perolehan, penghormatan, dan ketenaran itu …

So grim are possessions, honor, and popularity. …”

sn17.5:1.13

evañhi vo bhikkhave, sikkhitabban”ti.

Oleh karena itu, para bhikkhu, kalian harus berlatih demikian.”

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.