sn17.3:1.1 Di Sāvatthī.
sn17.3:1.2 “Para bhikkhu, perolehan, penghormatan, dan ketenaran adalah hal yang kejam … demi mencapai hal itu.
sn17.3:1.3 “Pada suatu masa, para bhikkhu, di sebuah danau terdapat sebuah keluarga besar kura-kura yang telah lama berdiam di sana.
sn17.3:1.4 Kemudian, para bhikkhu, seekor kura-kura berkata kepada kura-kura lainnya:
sn17.3:1.5 ‘Saudaraku kura-kura, janganlah engkau pergi ke tempat itu.’
sn17.3:1.6 Tetapi, para bhikkhu, kura-kura itu tetap pergi ke tempat itu,
sn17.3:1.7 dan seorang pemburu menusuknya dengan tombak.
sn17.3:1.8 Kemudian, para bhikkhu, kura-kura itu mendatangi kura-kura yang lain.
sn17.3:1.9 Kura-kura yang lain itu melihatnya datang dari kejauhan.
sn17.3:1.10 Setelah melihatnya, ia berkata kepada kura-kura itu:
sn17.3:1.11 ‘Saudaraku kura-kura, semoga engkau tidak pergi ke tempat itu, bukan?’
sn17.3:1.12 ‘Aku memang pergi ke tempat itu, saudaraku kura-kura.’
sn17.3:1.13 ‘Tetapi, saudaraku kura-kura, semoga engkau tidak terluka atau cedera?’
sn17.3:1.14 ‘Aku tidak terluka atau cedera, saudaraku kura-kura, tetapi ada seutas tali yang terus mengikuti di belakangku.’
sn17.3:1.15 ‘Sungguh, saudaraku kura-kura, engkau terluka dan cedera!
sn17.3:1.16 Karena dengan tali seperti itulah, saudaraku kura-kura, para ayah dan kakekmu mengalami kemalangan dan kehancuran.
sn17.3:1.17 Pergilah sekarang, saudaraku kura-kura, engkau bukan lagi salah satu dari kami.’