sn16.4:3.1 Akan tetapi, para bhikkhu, seorang bhikkhu yang mengunjungi keluarga-keluarga dengan pikiran:
sn16.4:3.2 ‘Di tengah keluarga lain, bagaimana mungkin aku berpikir:
sn16.4:3.3 “Semoga mereka memberi kepadaku, semoga mereka tidak gagal memberi.
sn16.4:3.4 Semoga mereka memberi banyak, bukan sedikit.
sn16.4:3.5 Semoga mereka memberi hal-hal yang baik, bukan yang kasar.
sn16.4:3.6 Semoga mereka memberi dengan cepat, bukan dengan lambat.
sn16.4:3.7 Semoga mereka memberi dengan penuh perhatian, bukan dengan lalai.”’
sn16.4:3.8 Jika, para bhikkhu, seorang bhikkhu dengan pikiran demikian mengunjungi keluarga-keluarga dan mereka tidak memberi, bhikkhu itu tidak merasa tersinggung. Dan ia tidak mengalami penderitaan dan kesedihan karena hal itu.
sn16.4:3.9 Jika mereka memberi sedikit, tidak banyak; bhikkhu itu tidak merasa tersinggung. Dan ia tidak mengalami penderitaan dan kesedihan karena hal itu.
sn16.4:3.10 Jika mereka memberi hal-hal yang kasar, bukan yang baik; bhikkhu itu tidak merasa tersinggung. Dan ia tidak mengalami penderitaan dan kesedihan karena hal itu.
sn16.4:3.11 Jika mereka memberi dengan lambat, bukan dengan cepat; bhikkhu itu tidak merasa tersinggung. Dan ia tidak mengalami penderitaan dan kesedihan karena hal itu.
sn16.4:3.12 Jika mereka memberi dengan lalai, bukan dengan penuh perhatian; bhikkhu itu tidak merasa tersinggung. Dan ia tidak mengalami penderitaan dan kesedihan karena hal itu.
sn16.4:3.13 Bhikkhu yang demikianlah, para bhikkhu, yang layak menjadi pengunjung keluarga-keluarga.