sn16.10:3.1 Kemudian bhikkhuni Thullatissā, dengan perasaan tidak senang, melontarkan kata-kata ketidakpuasannya:
BAGIAN 3
sn16.10:3.2 “Apa yang dipikirkan Yang Mulia Mahākassapa ini, bahwa ia menganggap dirinya layak membabarkan Dhamma di hadapan Yang Mulia Ānanda, sang petapa dari Videha?
sn16.10:3.3 Bagaikan seorang pedagang jarum yang mengira dapat menjual jarum di hadapan seorang pembuat jarum!”
sn16.10:3.4 Demikian pula, Yang Mulia Mahākassapa menganggap bahwa Yang Mulia Ānanda, sang petapa dari Videha, layak diajak membabarkan Dhamma di hadapannya.”