sn15.1:1.1 Demikianlah yang kudengar:
sn15.1:1.2 Pada suatu ketika, Sang Bhagavā sedang menetap di dekat Sāvatthī, di Hutan Jeta, taman Anāthapiṇḍika.
sn15.1:1.3 Di sana Sang Bhagavā berkata kepada para bhikkhu:
sn15.1:1.4 "Para bhikkhu!"
sn15.1:1.5 "Yang Mulia," jawab para bhikkhu itu.
sn15.1:1.6 Sang Bhagavā bersabda:
sn15.1:1.7 "Para bhikkhu, saṁsāra ini tak berawal yang dapat diketahui.
sn15.1:1.8 Titik awal tidak terlihat bagi makhluk-makhluk yang berkelana dan bertransmigrasi, yang diliputi oleh ketidaktahuan dan terbelenggu oleh nafsu keinginan.
sn15.1:1.9 Misalkan, para bhikkhu, seseorang mengumpulkan semua rumput, kayu, ranting, dan dedaunan di Jambudīpa ini, lalu menyatukannya menjadi satu tumpukan, memotongnya menjadi potongan-potongan sepanjang empat jari, dan meletakkannya sambil berkata:
sn15.1:1.10 'Ini ibuku, ini ibu dari ibuku.' Para bhikkhu, ibu dan nenek dari orang itu belum habis, sementara rumput, kayu, ranting, dan dedaunan di Jambudīpa ini sudah habis dan lenyap.
sn15.1:1.11 Mengapa demikian?
sn15.1:1.12 Karena, para bhikkhu, saṁsāra ini tak berawal yang dapat diketahui.
sn15.1:1.13 Titik awal tidak terlihat bagi makhluk-makhluk yang berkelana dan bertransmigrasi, yang diliputi oleh ketidaktahuan dan terbelenggu oleh nafsu keinginan.
sn15.1:1.14 Demikianlah, para bhikkhu, kalian telah mengalami penderitaan yang panjang, mengalami kesakitan yang tajam, mengalami kehancuran, dan kuburan semakin bertambah.
sn15.1:1.15 Oleh karena itu, para bhikkhu, cukuplah untuk menjadi jemu terhadap segala bentukan, cukup untuk menjadi bosan, cukup untuk terbebaskan."
sn15.1:1.16 Selesai sutta pertama.