sn12.67:7.1 Lalu bagaimana seharusnya kita memahami makna pernyataan ini, Sahabat Sāriputta?”
sn12.67:7.2 “Baiklah, Sahabat, aku akan memberikan sebuah perumpamaan kepadamu.
sn12.67:7.3 Karena melalui perumpamaan, sebagian orang bijaksana dapat memahami makna dari apa yang dikatakan.
sn12.67:7.4 Misalkan, Sahabat, ada dua berkas buluh yang bersandar satu sama lain.
sn12.67:7.5 Demikian pula, Sahabat, dengan nama-dan-bentuk sebagai kondisi, muncullah kesadaran;
sn12.67:7.6 dengan kesadaran sebagai kondisi, muncullah nama-dan-bentuk;
sn12.67:7.7 dengan nama-dan-bentuk sebagai kondisi, muncullah enam landasan indra;
sn12.67:7.8 dengan enam landasan indra sebagai kondisi, muncullah kontak …
sn12.67:7.9 demikianlah asal-mula dari keseluruhan kumpulan penderitaan ini terjadi.
sn12.67:7.10 Jika salah satu dari berkas buluh itu ditarik, yang lain akan roboh; jika yang lain ditarik, yang pertama akan roboh.
sn12.67:7.11 Dan jika yang satu ditarik, yang lain akan runtuh.
sn12.67:7.12 Demikian pula, sahabat, dengan lenyapnya batin dan bentuk, lenyap pula kesadaran;
sn12.67:7.13 dengan lenyapnya kesadaran, lenyap pula batin dan bentuk;
sn12.67:7.14 dengan lenyapnya batin dan bentuk, lenyap pula enam landasan indra;
sn12.67:7.15 dengan lenyapnya enam landasan indra, lenyap pula kontak …
sn12.67:7.16 demikianlah lenyapnya keseluruhan massa penderitaan ini.”