sn12.66:4.1 Kemudian, sambil menyelidiki lebih dalam, ia menyelidiki bagian dalamnya:
sn12.66:4.2 ‘Akan tetapi, apakah sumber dari kemelekatan ini? Dari apakah kemelekatan ini berasal, dari apakah munculnya, dari apakah kelahirannya, dari apakah akarnya? Ketika apakah yang ada, kemelekatan muncul? Ketika apakah yang tidak ada, kemelekatan tidak muncul?’
sn12.66:4.3 Sambil menyelidiki, ia mengetahui:
sn12.66:4.4 ‘Sumber dari kemelekatan ini adalah nafsu keinginan; dari nafsu keinginan asalnya, dari nafsu keinginan munculnya, dari nafsu keinginan kelahirannya, dari nafsu keinginan akarnya. Ketika nafsu keinginan ada, kemelekatan muncul; ketika nafsu keinginan tidak ada, kemelekatan tidak muncul.’
sn12.66:4.5 Ia memahami kemelekatan, memahami asal-mula kemelekatan, memahami lenyapnya kemelekatan, dan memahami jalan praktik yang sesuai untuk lenyapnya kemelekatan.
sn12.66:4.6 Dan ia berlatih sesuai dengan jalan itu, hidup selaras dengan Dharma.
sn12.66:4.7 Ini disebut, para bhikkhu, seorang bhikkhu yang berlatih untuk kehancuran penderitaan secara menyeluruh, untuk lenyapnya kemelekatan.