sn12.65:7.1 Misalkan, para bhikkhu, seseorang berjalan di hutan belantara dan melihat jalan kuno, jalan setapak kuno yang dilalui oleh manusia-manusia di masa lampau.
sn12.65:7.2 Mengikuti jejaknya,
sn12.65:7.3 mengikuti jejaknya, ia melihat sebuah kota kuno, sebuah ibu kota kuno, yang pernah dihuni oleh manusia-manusia masa lampau. Kota itu indah, lengkap dengan taman-taman, hutan-hutan, kolam-kolam teratai, dan tanggul-tanggul.
sn12.65:7.4 Kemudian, para bhikkhu, orang itu memberitahukan kepada raja atau menteri utama raja:
sn12.65:7.5 ‘Mohon, Tuan, ketahuilah—ketika berjalan di hutan belantara, aku melihat sebuah jalan kuno, sebuah jalur kuno yang dilalui oleh manusia-manusia masa lampau. Aku mengikuti jejaknya.
sn12.65:7.6 Mengikuti jejaknya, aku melihat sebuah kota kuno, sebuah ibu kota kuno, yang pernah dihuni oleh manusia-manusia masa lampau. Kota itu indah, lengkap dengan taman-taman, hutan-hutan, kolam-kolam teratai, dan tanggul-tanggul.
sn12.65:7.7 Tuan, bangunlah kembali kota itu!’
sn12.65:7.8 Kemudian, para bhikkhu, raja atau menteri utama raja itu membangun kembali kota tersebut.
sn12.65:7.9 Dan setelah beberapa waktu, kota itu menjadi makmur dan sejahtera, padat penduduk, penuh dengan manusia, mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang pesat.
sn12.65:7.10 Demikian pula, para bhikkhu, aku melihat sebuah jalan kuno, sebuah jalur kuno yang dilalui oleh para Buddha Yang Tercerahkan Sempurna di masa lampau.