Para bhikkhu, lebih baik seorang manusia biasa yang tidak terpelajar menganggap tubuh yang terdiri dari empat unsur utama ini sebagai dirinya, daripada menganggap pikiran sebagai dirinya.
But an unlearned ordinary person would be better off taking this body made up of the four principal states to be their self, rather than the mind.
Karena, para bhikkhu, tubuh yang terdiri dari empat unsur utama ini terlihat bertahan selama satu tahun, dua tahun, tiga tahun, empat tahun, lima tahun, sepuluh tahun, dua puluh tahun, tiga puluh tahun, empat puluh tahun, lima puluh tahun, seratus tahun, atau bahkan lebih lama lagi.
This body made up of the four principal states is seen to last for a year, or for two, three, four, five, ten, twenty, thirty, forty, fifty, or a hundred years, or even longer.
Yañca kho etaṁ, bhikkhave, vuccati cittaṁ itipi, mano itipi, viññāṇaṁ itipi, taṁ rattiyā ca divasassa ca aññadeva uppajjati aññaṁ nirujjhati.
Tetapi, para bhikkhu, apa yang disebut ‘pikiran’, ‘kesadaran’, atau ‘batin’—itu muncul sebagai satu hal dan lenyap sebagai hal lain sepanjang siang dan malam.
But that which is called ‘mind’ and also ‘sentience’ and also ‘consciousness’ arises as one thing and ceases as another all day and all night.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.
SN 12.62 · Khotbah tentang Orang yang Tidak Terpelajar (Ke-2) | Tiga Keranjang