sn12.56:2.1 Misalkan, para bhikkhu, ada sebatang pohon besar.
sn12.56:2.2 Kemudian seseorang datang membawa cangkul dan keranjang.
sn12.56:2.3 Ia menebang pohon itu pada akarnya, setelah menebangnya, ia menggali tanahnya, setelah menggali, ia mencabut akar-akarnya …
sn12.56:2.4 Ia memotong pohon itu, memotong-motongnya, dan membelahnya menjadi serpihan. Ia mengeringkan serpihan-serpihan itu di angin dan matahari, membakarnya dengan api, dan menjadikannya abu. Kemudian ia menampi abu itu dalam angin kencang, atau menghanyutkannya ke dalam arus sungai yang deras.
sn12.56:2.5 Demikianlah, para bhikkhu, pohon besar itu terpotong pada akarnya, menjadi seperti tunggul palem, musnah, dan tidak akan tumbuh lagi di masa depan.
sn12.56:2.6 Demikian pula, para bhikkhu, ketika seseorang berdiam dengan merenungkan bahaya dalam hal-hal yang menjadi landasan kemelekatan, maka ketagihan (taṇhā) lenyap.
sn12.56:2.7 Dengan lenyapnya ketagihan, lenyaplah kemelekatan …
sn12.56:2.8 Demikianlah lenyapnya seluruh kumpulan penderitaan ini.”
sn12.56:2.9 Ke enam.