sn12.53:2.1 Misalkan, para bhikkhu, sebuah lampu minyak menyala dengan bergantung pada minyak dan sumbu.
sn12.53:2.2 Dan seseorang dari waktu ke waktu menuangkan minyak ke dalamnya dan menyesuaikan sumbunya.
sn12.53:2.3 Dengan demikian, para bhikkhu, lampu minyak itu, dengan makanan dan penyokong itu, akan menyala untuk waktu yang lama.
sn12.53:2.4 Demikian pula, para bhikkhu, ketika seseorang berdiam dengan merenungkan kepuasan dalam hal-hal yang membelenggu, maka nafsu keinginan tumbuh.
sn12.53:2.5 Dengan nafsu keinginan sebagai kondisi, muncullah kemelekatan;
sn12.53:2.6 dengan kemelekatan sebagai kondisi, muncullah penjelmaan;
sn12.53:2.7 dengan penjelmaan sebagai kondisi, muncullah kelahiran;
sn12.53:2.8 dengan kelahiran sebagai kondisi, maka penuaan-dan-kematian, kesedihan, ratapan, penderitaan, ketidak-senangan, dan keputus-asaan muncul.
sn12.53:2.9 Demikianlah asal-mula dari seluruh kumpulan penderitaan ini.