Yato kho, bhikkhave, bhikkhuno avijjā pahīnā hoti vijjā uppannā, so avijjāvirāgā vijjuppādā neva puññābhisaṅkhāraṁ abhisaṅkharoti na apuññābhisaṅkhāraṁ abhisaṅkharoti na āneñjābhisaṅkhāraṁ abhisaṅkharoti.
Tetapi ketika, para bhikkhu, ketidaktahuan seorang bhikkhu telah ditinggalkan dan pengetahuan telah muncul, dengan meluruhnya ketidaktahuan dan munculnya pengetahuan, ia tidak lagi membentuk bentukan kehendak bajik, tidak membentuk bentukan kehendak tidak bajik, dan tidak membentuk bentukan kehendak tak tergoyahkan.
When a mendicant has given up ignorance and given rise to knowledge, with the fading away of ignorance and the arising of knowledge they don’t make a good choice, a bad choice, or an imperturbable choice.
Ia memahami: ‘Kelahiran telah berakhir, kehidupan suci telah dijalani, apa yang harus dilakukan telah dilakukan, tidak ada lagi yang tersisa untuk kehidupan ini.’
They understand: ‘Rebirth is ended, the spiritual journey has been completed, what had to be done has been done, there is nothing further for this place.’
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.