sn12.51:7.1 Kemudian, sambil menyelidiki lebih lanjut, ia merenungkan:
sn12.51:7.2 ‘Namun, apakah sumber penjelmaan ini …’ …
sn12.51:7.3 ‘Namun, apakah sumber kemelekatan ini …’ …
sn12.51:7.4 ‘Namun, apakah sumber nafsu keinginan ini …’ …
sn12.51:7.5 ‘Perasaan …’ …
sn12.51:7.6 ‘Kontak …’ …
sn12.51:7.7 ‘Namun, apakah sumber enam indra ini …’ …
sn12.51:7.8 ‘Namun, apakah sumber nama dan bentuk ini …’ …
sn12.51:7.9 ‘Namun, apakah sumber kesadaran ini …’ …
sn12.51:7.10 ‘Namun, apakah sumber bentukan-bentukan kehendak ini, apakah asal mulanya, apakah asal-usulnya, apakah penyebabnya;’
sn12.51:7.11 Dengan adanya apakah, bentukan-bentukan kehendak muncul? Dengan tidak adanya apakah, bentukan-bentukan kehendak tidak muncul?”
sn12.51:7.12 Sewaktu menyelidiki, ia memahami demikian:
sn12.51:7.13 ‘Ketidaktahuan adalah sumber bentukan-bentukan kehendak.
sn12.51:7.14 Dengan adanya ketidaktahuan, bentukan-bentukan kehendak muncul. Dengan tidak adanya ketidaktahuan, bentukan-bentukan kehendak tidak muncul.’