Atha kho, bhikkhave, vipassissa bodhisattassa etadahosi:
Kemudian, para bhikkhu, Bodhisatta Vipassī berpikir:
Then Vipassī thought:
Tentang Vipassī
Atha kho, bhikkhave, vipassissa bodhisattassa etadahosi:
Kemudian, para bhikkhu, Bodhisatta Vipassī berpikir:
Then Vipassī thought:
‘kimhi nu kho sati saḷāyatanaṁ hoti, kiṁpaccayā saḷāyatanan’ti?
‘Ketika apakah yang ada maka enam landasan indria muncul, dengan apakah sebagai sebab maka enam landasan indria muncul?’
‘When what exists are there the six sense fields? What is a requirement for the six sense fields?’
Atha kho, bhikkhave, vipassissa bodhisattassa yoniso manasikārā ahu paññāya abhisamayo:
Kemudian, para bhikkhu, melalui pengamatan yang seksama, Bodhisatta Vipassī menembus dengan kebijaksanaan:
Then, through rational application of mind, Vipassī penetrated with wisdom:
‘nāmarūpe kho sati saḷāyatanaṁ hoti, nāmarūpapaccayā saḷāyatanan’ti.
‘Ketika batin dan bentuk ada maka enam landasan indria muncul; dengan batin dan bentuk sebagai sebab maka enam landasan indria muncul.’
‘When name and form exist there are the six sense fields. Name and form are requirements for the six sense fields.’
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.