sn12.4:16.1 Kemudian, para bhikkhu, Bodhisatta Vipassī berpikir:
BAGIAN 16
sn12.4:16.2 ‘Ketika apakah yang tidak ada sehingga penjelmaan tidak terjadi? Dengan lenyapnya apakah maka penjelmaan lenyap?’
sn12.4:16.3 Kemudian, para bhikkhu, melalui pengamatan yang seksama, Vipassī menembus dengan kebijaksanaan:
sn12.4:16.4 ‘Ketika kemelekatan tidak ada, penjelmaan tidak terjadi. Dengan lenyapnya kemelekatan, penjelmaan lenyap.’