Sāvatthiyaṁ viharati.
Di Sāvatthī.
At Sāvatthī.
Cetanā Sutta: Kehendak
Sāvatthiyaṁ viharati.
Di Sāvatthī.
At Sāvatthī.
“Yañca, bhikkhave, ceteti yañca pakappeti yañca anuseti, ārammaṇametaṁ hoti viññāṇassa ṭhitiyā.
“Para bhikkhu, apa yang kalian kehendaki, apa yang kalian rencanakan, dan apa yang kalian kecenderungani, itu menjadi landasan bagi kesinambungan kesadaran.
“Mendicants, what you intend or plan, and what you have underlying tendencies for become a support for the continuation of consciousness.
Ārammaṇe sati patiṭṭhā viññāṇassa hoti.
Dengan adanya landasan, kesadaran menjadi kokoh.
When this support exists, consciousness becomes established.
Tasmiṁ patiṭṭhite viññāṇe virūḷhe āyatiṁ punabbhavābhinibbatti hoti.
Ketika kesadaran kokoh dan berkembang, maka terjadi kelahiran kembali ke dalam kehidupan baru di masa depan.
When consciousness is established and grows, there is regeneration into a new state of existence in the future.
Āyatiṁ punabbhavābhinibbattiyā sati āyatiṁ jāti jarāmaraṇaṁ sokaparidevadukkhadomanassupāyāsā sambhavanti.
Dengan adanya kelahiran kembali ke dalam kehidupan baru di masa depan, maka kelahiran, penuaan, dan kematian, serta duka, ratapan, sakit, kesedihan, dan keputusasaan muncul di masa depan.
When there is regeneration into a new state of existence in the future, future rebirth, old age, and death come to be, as do sorrow, lamentation, pain, sadness, and distress.
Evametassa kevalassa dukkhakkhandhassa samudayo hoti.
Demikianlah asal mula seluruh kumpulan penderitaan ini.
That is how this entire mass of suffering originates.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.