“Tetapi, bhikkhu, ketika ketidaktahuan telah ditinggalkan dan dilenyapkan tanpa sisa, maka segala macam belitan, gejolak, dan kegelisahan apa pun akan ditinggalkan.”
When ignorance fades away and ceases with no residue left behind, then any twists, ducks, and dodges are given up:
‘Apakah penuaan dan kematian itu, dan milik siapakah penuaan dan kematian ini?’ atau ‘penuaan dan kematian adalah satu hal, sedangkan pemiliknya adalah hal lain’, atau ‘jiwa dan tubuh adalah satu dan sama’, atau ‘jiwa adalah satu hal, tubuh adalah hal lain.’
‘What are old age and death, and who do they belong to?’ or ‘old age and death are one thing, who they belong to is another’, or ‘the soul and the body are one and the same’, or ‘the soul is one thing, the body another.’
Semua itu telah ditinggalkan, dipotong sampai ke akarnya, dijadikan seperti tunggul pohon palem, dimusnahkan, dan tidak akan muncul lagi di masa depan.
These are all cut off at the root, made like a palm stump, obliterated, and unable to arise in the future.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.