sn12.35:1.1 Di Sāvatthī.
sn12.35:1.2 “Ketidaktahuan, para bhikkhu, adalah syarat bagi bentukan-bentukan mental;
sn12.35:1.3 bentukan-bentukan mental adalah syarat bagi kesadaran …
sn12.35:1.4 Demikianlah asal mula dari seluruh kumpulan penderitaan ini.”
sn12.35:1.5 Ketika hal ini dikatakan, seorang bhikkhu berkata kepada Sang Bhagavā:
sn12.35:1.6 “Apakah, Yang Mulia, penuaan dan kematian itu, dan milik siapakah penuaan dan kematian ini?”
sn12.35:1.7 “Itu bukan pertanyaan yang tepat,” kata Sang Bhagavā. “Jika engkau berkata, ‘Apakah penuaan dan kematian itu, dan milik siapakah penuaan dan kematian ini?’ Atau jika engkau berkata, ‘Penuaan dan kematian adalah satu hal, dan milik siapa penuaan dan kematian itu adalah hal lain,’ kedua pernyataan ini memiliki makna yang sama, hanya berbeda dalam ungkapan.
sn12.35:1.8 Para bhikkhu, jika engkau berpandangan bahwa jiwa dan tubuh adalah satu dan sama, maka kehidupan spiritual tidak dapat dijalani.
sn12.35:1.9 Jika engkau berpandangan bahwa jiwa adalah satu hal dan tubuh adalah hal lain, maka kehidupan spiritual tidak dapat dijalani.
sn12.35:1.10 Dengan menghindari kedua ekstrem ini, Sang Tathāgata mengajarkan Dhamma melalui jalan tengah:
sn12.35:1.11 ‘Kelahiran adalah syarat bagi penuaan dan kematian.’”