sn12.32:6.1 Kemudian Bhagavā memanggil salah seorang bhikkhu:
sn12.32:6.2 “Datanglah, bhikkhu, atas namaku sampaikan kepada Sāriputta:
sn12.32:6.3 ‘Sahabat Sāriputta, Sang Guru memanggilmu.’”
sn12.32:6.4 “Baik, Yang Mulia,” bhikkhu itu menjawab Bhagavā. Ia mendatangi Yang Mulia Sāriputta, dan setelah tiba, berkata kepadanya:
sn12.32:6.5 “Sahabat Sāriputta, Sang Guru memanggilmu.”
sn12.32:6.6 “Baik, teman,” jawab Yang Mulia Sāriputta. Kemudian ia mendatangi Bhagavā, memberi hormat, dan duduk di satu sisi. Ketika Yang Mulia Sāriputta telah duduk di satu sisi, Bhagavā berkata kepadanya:
sn12.32:6.7 “Benarkah, Sāriputta, bahwa engkau telah menyatakan pencerahan:
sn12.32:6.8 ‘Aku memahami: “Kelahiran telah berakhir, kehidupan suci telah dijalani, apa yang harus dilakukan telah dilakukan, tidak ada lagi kehidupan berikutnya”’?”
sn12.32:6.9 “Yang Mulia, aku tidak menyatakan hal itu dengan kata-kata dan kalimat-kalimat itu.”
sn12.32:6.10 “Sāriputta, bagaimanapun juga cara seorang putra keluarga menyatakan pencerahan, apa yang telah dinyatakannya harus dipandang sebagai pernyataan pencerahan.”
sn12.32:6.11 “Bukankah aku juga, Yang Mulia, berkata demikian:
sn12.32:6.12 ‘Yang Mulia, aku tidak menyatakan hal itu dengan kata-kata dan kalimat-kalimat itu’?”