Ye ca kho keci, bhikkhave, samaṇā vā brāhmaṇā vā jarāmaraṇaṁ pajānanti, jarāmaraṇasamudayaṁ pajānanti, jarāmaraṇanirodhaṁ pajānanti, jarāmaraṇanirodhagāminiṁ paṭipadaṁ pajānanti te vata jarāmaraṇaṁ samatikkamma ṭhassantīti ṭhānametaṁ vijjati.
“Tetapi, para bhikkhu, para petapa atau brahmana mana pun yang memahami penuaan-dan-kematian, memahami asal mula penuaan-dan-kematian, memahami lenyapnya penuaan-dan-kematian, memahami jalan menuju lenyapnya penuaan-dan-kematian—mungkin saja mereka akan berdiam setelah melampaui penuaan-dan-kematian.
There are ascetics and brahmins who do understand old age and death, their origin, their cessation, and the practice that leads to their cessation. It’s possible that they will abide having transcended old age and death.
Mereka memahami bentuk-bentuk mental (saṅkhāra), asal mula bentuk-bentuk mental, lenyapnya bentuk-bentuk mental, dan jalan menuju lenyapnya bentuk-bentuk mental.
They understand choices, their origin, their cessation, and the practice that leads to their cessation.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.
SN 12.30 · Khotbah tentang Petapa dan Brahmana (Ke-2) | Tiga Keranjang