Ketika, para bhikkhu, seorang siswa mulia memahami demikian kondisi, demikian asal-mula kondisi, demikian lenyapnya kondisi, dan demikian jalan praktik menuju lenyapnya kondisi,
When a noble disciple thus understands dependency, its origin, its cessation, and the practice that leads to its cessation,
maka ia disebut, para bhikkhu, seorang siswa mulia yang sempurna dalam pandangan, yang sempurna dalam penglihatan, yang telah datang pada Dhamma sejati ini, yang melihat Dhamma sejati ini, yang memiliki pengetahuan seorang yang masih berlatih, yang memiliki kebijaksanaan seorang yang masih berlatih, yang telah memasuki arus Dhamma, seorang mulia dengan kebijaksanaan yang menembus, dan yang berdiri dengan mengetuk pintu menuju kebebasan dari kematian.”
that noble disciple is called: ‘one accomplished in view’, ‘one accomplished in vision’, ‘one who has come to the true teaching’, ‘one who sees this true teaching’, ‘one endowed with a trainee’s insight’, ‘one endowed with a trainee’s knowledge’, ‘one who has entered the stream of the teaching’, ‘a noble one with penetrative wisdom’, and also ‘one who stands pressing against the door to freedom from death’.”
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.
SN 12.27 · Khotbah tentang Ketergantungan | Tiga Keranjang