“Dvayanissito khvāyaṁ, kaccāna, loko yebhuyyena—atthitañceva natthitañca.
“Kaccāna, dunia ini pada umumnya bergantung pada dualitas—keberadaan dan ketiadaan.
“Kaccāna, this world mostly relies on the duality of existence and non-existence.
Kaccānagotta
“Dvayanissito khvāyaṁ, kaccāna, loko yebhuyyena—atthitañceva natthitañca.
“Kaccāna, dunia ini pada umumnya bergantung pada dualitas—keberadaan dan ketiadaan.
“Kaccāna, this world mostly relies on the duality of existence and non-existence.
Lokasamudayaṁ kho, kaccāna, yathābhūtaṁ sammappaññāya passato yā loke natthitā sā na hoti.
Tetapi bagi seseorang yang melihat asal mula dunia sebagaimana adanya dengan kebijaksanaan benar, konsep ketiadaan mengenai dunia tidak muncul.
But for one who truly sees the origin of the world with right understanding, the concept of non-existence regarding the world does not occur.
Lokanirodhaṁ kho, kaccāna, yathābhūtaṁ sammappaññāya passato yā loke atthitā sā na hoti.
Dan bagi seseorang yang melihat lenyapnya dunia sebagaimana adanya dengan kebijaksanaan benar, konsep keberadaan mengenai dunia tidak muncul.
And for one who truly sees the cessation of the world with right understanding, the concept of existence regarding the world does not occur.
Upayupādānābhinivesavinibandho khvāyaṁ, kaccāna, loko yebhuyyena.
Dunia ini pada umumnya terbelenggu oleh keterlibatan, kemelekatan, dan ketetapan.
This world is for the most part shackled by getting involved, grasping, and insisting.
Tañcāyaṁ upayupādānaṁ cetaso adhiṭṭhānaṁ abhinivesānusayaṁ na upeti na upādiyati nādhiṭṭhāti: ‘attā me’ti.
Tetapi jika, mengenai keterlibatan dan kemelekatan ini, penetapan batin, ketetapan, dan kecenderungan tersembunyi, ia tidak tertarik, tidak menggenggam, dan tidak menetapkan pada pikiran, ‘diriku,’
But if, when it comes to this getting involved & grasping, mental fixation, and insistence & underlying tendency, they are not attracted, do not grasp, and do not fixate on the thought, “my self”,
‘Dukkhameva uppajjamānaṁ uppajjati, dukkhaṁ nirujjhamānaṁ nirujjhatī’ti na kaṅkhati na vicikicchati aparapaccayā ñāṇamevassa ettha hoti.
‘Hanya penderitaan yang muncul ketika muncul, hanya penderitaan yang lenyap ketika lenyap’—ia tidak ragu, tidak bimbang, dan pengetahuannya tentang hal ini tidak bergantung pada orang lain.
they’ll have no doubt or uncertainty that what arises is just suffering arising, and what ceases is just suffering ceasing. Their knowledge of this is independent of others.
Ettāvatā kho, kaccāna, sammādiṭṭhi hoti.
Sejauh inilah, Kaccāna, terdapat pandangan benar.
This is how right view is defined.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.