Tassa mayhaṁ, bhikkhave, etadahosi:
Kemudian, para bhikkhu, terpikir olehku:
Then it occurred to me:
Khotbah tentang Gotama
Tassa mayhaṁ, bhikkhave, etadahosi:
Kemudian, para bhikkhu, terpikir olehku:
Then it occurred to me:
‘kimhi nu kho asati jarāmaraṇaṁ na hoti, kissa nirodhā jarāmaraṇanirodho’ti?
‘Dengan tidak adanya apakah, maka tidak ada penuaan-dan-kematian? Dengan lenyapnya apakah, maka penuaan-dan-kematian lenyap?’
‘When what doesn’t exist is there no old age and death? When what ceases do old age and death cease?’
Tassa mayhaṁ, bhikkhave, yoniso manasikārā ahu paññāya abhisamayo:
Kemudian, para bhikkhu, melalui pengamatan seksama yang bijaksana, aku menembusnya dengan kebijaksanaan:
Then, through rational application of mind, I penetrated with wisdom:
‘jātiyā kho asati jarāmaraṇaṁ na hoti, jātinirodhā jarāmaraṇanirodho’ti.
‘Dengan tidak adanya kelahiran, maka tidak ada penuaan-dan-kematian; dengan lenyapnya kelahiran, maka penuaan-dan-kematian lenyap.’
‘When rebirth doesn’t exist there’s no old age and death. When rebirth ceases, old age and death cease.’
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.