sn11.5:1.1 Di Sāvatthī.
sn11.5:1.2 “Pada suatu ketika, para bhikkhu, terjadi pertempuran antara para dewa dan para asura.
sn11.5:1.3 Kemudian, para bhikkhu, Vepacitti, raja para asura, berkata kepada Sakka, raja para dewa:
sn11.5:1.4 ‘Wahai raja para dewa, biarlah kemenangan ditentukan melalui ucapan yang baik!’
sn11.5:1.5 ‘Baiklah, Vepacitti, biarlah kemenangan ditentukan melalui ucapan yang baik!’
sn11.5:1.6 Kemudian, para bhikkhu, para dewa dan para asura menunjuk para juri, dengan berkata:
sn11.5:1.7 ‘Mereka ini akan menilai ucapan baik dan buruk kami.’
sn11.5:1.8 Kemudian, para bhikkhu, Vepacitti, raja para asura, berkata kepada Sakka, raja para dewa:
sn11.5:1.9 ‘Wahai raja para dewa, ucapkanlah sebuah syair!’
sn11.5:1.10 Ketika ia berkata demikian, para bhikkhu, Sakka, raja para dewa, berkata kepadanya:
sn11.5:1.11 ‘Vepacitti, di sini engkaulah para dewa yang lebih tua.
sn11.5:1.12 Ucapkanlah sebuah syair, Vepacitti.’
sn11.5:1.13 Ketika ia berkata demikian, para bhikkhu, Vepacitti, raja para asura, mengucapkan syair ini: