sn11.22:1.1 Di Sāvatthī, di Hutan Jeta.
sn11.22:1.2 Di sana Sang Buddha berkata:
sn11.22:1.3 “Para bhikkhu, pada suatu masa dahulu, ada seorang yakkha yang buruk rupa dan cacat duduk di singgasana Sakka, raja para dewa.
sn11.22:1.4 Para dewa Tāvatiṁsa mengeluh, menggerutu, dan merasa tidak senang:
sn11.22:1.5 ‘Sungguh menakjubkan, sungguh mengagumkan!
sn11.22:1.6 Yakkha yang buruk rupa dan cacat ini duduk di singgasana Sakka, raja para dewa.’
sn11.22:1.7 Tetapi semakin para dewa Tāvatiṁsa mengeluh, menggerutu, dan merasa tidak senang, semakin tampan, indah dipandang, dan menawan yakkha itu menjadi.