
Sāriputta
Murid utama yang menasihati dan kemudian membimbing Dhanañjāni.
Khotbah kepada Dhanañjāni
Sāriputta menegur brahmana Dhanañjāni yang menggunakan tanggung jawab keluarga sebagai alasan berbuat tidak benar. Ketika Dhanañjāni sakit keras, Sāriputta membimbing batinnya menuju alam Brahmā, lalu Buddha menunjukkan bahwa masih ada bimbingan yang lebih tinggi. Inilah Dhanañjāni Sutta.

Murid utama yang menasihati dan kemudian membimbing Dhanañjāni.
Brahmana yang lalai dan membenarkan perbuatannya atas nama tanggung jawab.
Kota tempat Dhanañjāni tinggal dan jatuh sakit.
Tanggung jawab kepada keluarga, pekerjaan, atau masyarakat tidak menghapus akibat perbuatan tidak benar.
Sāriputta mengetahui bahwa brahmana Dhanañjāni mulai hidup ceroboh dan memperoleh penghasilan dengan cara tidak benar sambil berdalih harus menanggung keluarga, orang tua dan kewajiban sosial. Sāriputta bertanya apakah alasan tersebut akan membebaskannya dari akibat perbuatan buruk; Dhanañjāni mengakui tidak. Lama kemudian, ketika Dhanañjāni sakit keras, Sāriputta datang ke ranjang kematiannya dan membimbing pikirannya melalui keadaan-keadaan yang semakin tinggi sampai Brahmā. Setelah Dhanañjāni meninggal dan terlahir di alam Brahmā, Buddha menegur Sāriputta karena berhenti pada tujuan yang masih belum final padahal ada pembebasan yang lebih tinggi untuk diajarkan.
mn97:2.1 Now at that time Venerable Sāriputta was wandering in the Southern Hills together with a large Saṅgha of mendicants.
mn97:2.2 Then a certain mendicant who had completed the rainy season residence in Rājagaha went to the Southern Hills, where he approached Venerable Sāriputta, and exchanged greetings with him.
mn97:2.3 When the greetings and polite conversation were over, he sat down to one side. Sāriputta said to him,
mn97:2.4 “Reverend, I hope the Buddha is healthy and strong?”
mn97:2.5 “He is, reverend.”
mn97:2.6 “And I hope that the mendicant Saṅgha is healthy and strong.”
mn97:2.7 “It is.”
mn97:2.8 “Reverend, at the rice checkpoint at the city gate there is a brahmin named Dhanañjāni.
mn97:2.9 I hope that he is healthy and strong?”
mn97:2.10 “He too is well.”
mn97:2.11 “But is he diligent?”
mn97:2.12 “How could he possibly be diligent?
mn97:2.13 Dhanañjāni robs the brahmins and householders in the name of the king, and he robs the king in the name of the brahmins and householders.
mn97:2.14 His wife, a lady of faith who he married from a family of faith, has passed away.
mn97:2.15 And he has taken a new wife who has no faith.”
mn97:2.16 “Oh, it’s bad news
mn97:2.17 to hear that Dhanañjāni is negligent.
mn97:2.18 Hopefully, some time or other I’ll get to meet him, and we can have a discussion.”
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.