
Buddha
Guru yang menilai manusia dari kebajikan, bukan kasta.
Khotbah dengan Esukārī
Brahmana Esukārī menjelaskan pembagian pelayanan dan pekerjaan menurut kasta. Buddha menolak aturan sepihak yang tidak disetujui semua orang dan menegaskan bahwa kualitas moral seseorang menentukan apakah ia layak dilayani. Inilah Esukārī Sutta.

Guru yang menilai manusia dari kebajikan, bukan kasta.
Brahmana yang membawa pandangan tradisional tentang pelayanan dan pekerjaan.
Kota tempat dialog berlangsung.
Seseorang layak dihormati bila hubungan dengannya menumbuhkan keyakinan, sila, pembelajaran, kemurahan hati, dan kebijaksanaan.
Brahmana Esukārī bertanya kepada Buddha tentang pembagian pelayanan dan pekerjaan berdasarkan empat kasta. Menurut tradisi brahmana, setiap kasta memiliki orang yang patut dilayani dan jenis kekayaan atau pekerjaan yang dianggap sesuai baginya. Buddha bertanya siapa yang sebenarnya memberi para brahmana wewenang menetapkan aturan tersebut. Ia kemudian mengubah ukuran pelayanan: seseorang layak dilayani bila hubungan dengannya membuat sila, keyakinan, kemurahan hati dan kebijaksanaan berkembang, bukan karena kelahirannya. Demikian pula pekerjaan dan ‘kekayaan’ yang paling berharga tidak ditentukan kasta; Dhamma yang mulia dapat dikembangkan oleh siapa pun.
mn96:3.1 “Worthy Gotama, para brahmana menetapkan empat jenis pelayanan—
mn96:3.2 Mereka menetapkan pelayanan bagi seorang brahmana, pelayanan bagi seorang khattiya, pelayanan bagi seorang vessa, dan pelayanan bagi seorang sudda.
mn96:3.3 Ini, Tuan Gotama, adalah pelayanan yang ditetapkan oleh para brahmana bagi seorang brahmana:
mn96:3.4 ‘Seorang brahmana boleh melayani brahmana, seorang khattiya boleh melayani brahmana, seorang vessa boleh melayani brahmana, dan seorang sudda boleh melayani brahmana.’
mn96:3.5 Ini, Yang Mulia Gotama, adalah pelayanan yang ditetapkan para brahmana bagi seorang brahmana.
mn96:3.6 Dan ini, Yang Mulia Gotama, adalah pelayanan yang ditetapkan para brahmana bagi seorang khattiya:
mn96:3.7 ‘Seorang khattiya, seorang vessa, atau seorang sudda boleh melayani seorang khattiya.’
mn96:3.8 Ini, Yang Mulia Gotama, adalah pelayanan yang ditetapkan para brahmana bagi seorang khattiya.
mn96:3.9 Dan ini, Yang Mulia Gotama, adalah pelayanan yang ditetapkan para brahmana bagi seorang vessa:
mn96:3.10 ‘Seorang vessa atau seorang sudda boleh melayani seorang vessa.’
mn96:3.11 Ini, Yang Mulia Gotama, adalah pelayanan yang ditetapkan para brahmana bagi seorang vessa.
mn96:3.12 Dan ini, Yang Mulia Gotama, adalah pelayanan yang ditetapkan para brahmana bagi seorang sudda:
mn96:3.13 ‘Hanya seorang sudda yang boleh melayani seorang sudda.
mn96:3.14 Sebab siapa lagi yang akan melayani seorang sudda?’
mn96:3.15 Ini, Yang Mulia Gotama, adalah pelayanan yang ditetapkan oleh para brahmana bagi orang suci.
mn96:3.16 Para brahmana, Yang Mulia Gotama, menetapkan empat jenis pelayanan ini.
mn96:3.17 Apa yang dikatakan oleh Yang Mulia Gotama mengenai hal ini?”
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.