‹
MN 96

Esukārīsutta

Khotbah dengan Esukārī

Majjhima Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA MN 96

Tokoh, tempat, dan gagasan utamanya

Brahmana Esukārī menjelaskan pembagian pelayanan dan pekerjaan menurut kasta. Buddha menolak aturan sepihak yang tidak disetujui semua orang dan menegaskan bahwa kualitas moral seseorang menentukan apakah ia layak dilayani. Inilah Esukārī Sutta.

Potret Buddha
TOKOH

Buddha

Guru yang menilai manusia dari kebajikan, bukan kasta.

TOKOH

Esukārī

Brahmana yang membawa pandangan tradisional tentang pelayanan dan pekerjaan.

TEMPAT

Sāvatthī

Kota tempat dialog berlangsung.

GAGASAN

Pelayanan mengikuti kebajikan

Seseorang layak dihormati bila hubungan dengannya menumbuhkan keyakinan, sila, pembelajaran, kemurahan hati, dan kebijaksanaan.

Visual pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

Sinopsis singkat

Brahmana Esukārī bertanya kepada Buddha tentang pembagian pelayanan dan pekerjaan berdasarkan empat kasta. Menurut tradisi brahmana, setiap kasta memiliki orang yang patut dilayani dan jenis kekayaan atau pekerjaan yang dianggap sesuai baginya. Buddha bertanya siapa yang sebenarnya memberi para brahmana wewenang menetapkan aturan tersebut. Ia kemudian mengubah ukuran pelayanan: seseorang layak dilayani bila hubungan dengannya membuat sila, keyakinan, kemurahan hati dan kebijaksanaan berkembang, bukan karena kelahirannya. Demikian pula pekerjaan dan ‘kekayaan’ yang paling berharga tidak ditentukan kasta; Dhamma yang mulia dapat dikembangkan oleh siapa pun.

mn96:12.1 I assert that a person’s own wealth is the noble, transcendent teaching.

mn96:12.2 But they are reckoned by recollecting the traditional family customs of their mother and father wherever they are incarnated.

mn96:12.3 If they incarnate in a family of aristocrats they are reckoned as an aristocrat.

mn96:12.4 If they incarnate in a family of brahmins they are reckoned as a brahmin.

mn96:12.5 If they incarnate in a family of peasants they are reckoned as a peasant.

mn96:12.6 If they incarnate in a family of menials they are reckoned as a menial.

mn96:12.7 It’s like fire, which is reckoned according to the very same condition dependent upon which it burns.

mn96:12.8 A fire that burns dependent on logs is reckoned as a log fire.

mn96:12.9 A fire that burns dependent on twigs is reckoned as a twig fire.

mn96:12.10 A fire that burns dependent on grass is reckoned as a grass fire.

mn96:12.11 A fire that burns dependent on cow-dung is reckoned as a cow-dung fire.

mn96:12.12 In the same way, I assert that a person’s own wealth is the noble, transcendent teaching.

mn96:12.13 But they are reckoned by recollecting the traditional family customs of their mother and father wherever they are incarnated.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.