
Buddha
Guru yang menjelaskan tahapan menuju realisasi kebenaran.
Khotbah kepada Caṅkī
Brahmana muda Kāpaṭhika bertanya bagaimana kebenaran dipelihara, ditemukan, dan akhirnya direalisasikan. Buddha membedakan keyakinan yang jujur dari klaim mutlak, lalu menguraikan perjalanan dari mencari guru hingga mengalami kebenaran sendiri. Inilah Caṅkī Sutta.

Guru yang menjelaskan tahapan menuju realisasi kebenaran.
Brahmana muda yang mengajukan pertanyaan paling mendalam dalam pertemuan itu.
Brahmana terpandang yang mengundang rombongannya menemui Buddha.
Desa brahmana tempat percakapan berlangsung.
Keyakinan boleh dipelihara dengan jujur, tetapi kebenaran harus didekati lewat penyelidikan, latihan, dan pengalaman langsung.
Brahmana Caṅkī dan rombongannya datang menemui Buddha. Seorang pemuda bernama Kāpaṭhika, yang sangat percaya diri dengan pengetahuan kitab sucinya, bertanya bagaimana seseorang dapat mengetahui bahwa hanya tradisinya yang benar sementara yang lain salah. Buddha membedakan antara menjaga kebenaran dan telah menemukan kebenaran: seseorang boleh mengatakan bahwa ia memiliki keyakinan atau tradisi tertentu, tetapi belum berhak menyatakan hanya itulah kebenaran mutlak. Dari sana Buddha menjelaskan perjalanan menuju pengetahuan langsung—memeriksa guru dari keserakahan, kebencian dan kebodohan, menumbuhkan keyakinan, mendekat, mendengar, mengingat, menyelidiki makna, menerima setelah perenungan, membangkitkan usaha, dan akhirnya merealisasikan kebenaran sendiri.
mn95:14.1 “The brahmins don’t just honor this because of faith, but also because of oral transmission.”
mn95:14.2 “First you relied on faith, now you speak of oral transmission.
mn95:14.3 These five things can be seen to turn out in two different ways in this very life.
mn95:14.4 What five?
mn95:14.5 Faith, endorsement, oral transmission, reasoned train of thought, and acceptance of a view after deliberation.
mn95:14.7 Even though you have full faith in something, it may be vacuous, hollow, and false.
mn95:14.8 And even if you don’t have full faith in something, it may be true and real, not otherwise.
mn95:14.9 Even though you fully endorse something …
mn95:14.10 something may be well transmitted …
mn95:14.11 something may be well thought out …
mn95:14.12 something may be well deliberated, it may be vacuous, hollow, and false.
mn95:14.13 And even if something is not well deliberated, it may be true and real, not otherwise.
mn95:14.14 For a sensible person who is preserving truth this is not sufficient to come to the categorical conclusion:
mn95:14.15 ‘This is the only truth, anything else is futile.’”
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.