Udena
Bhikkhu yang menjawab tantangan Ghoṭamukha dengan percakapan terarah.
Khotamukha Sutta
Brahmana Ghoṭamukha menyatakan kehidupan tanpa rumah tidak mungkin sesuai Dhamma. Bhikkhu Udena membimbingnya membedakan empat jenis manusia dan menunjukkan nilai kehidupan suci yang dijalani dengan benar. Inilah Ghoṭamukha Sutta.
Bhikkhu yang menjawab tantangan Ghoṭamukha dengan percakapan terarah.
Brahmana yang semula menolak nilai kehidupan tanpa rumah.
Hutan Khemiya tempat mereka bertemu.
Yang menyiksa diri, menyiksa orang lain, melakukan keduanya, atau tidak melakukan keduanya dibedakan untuk menunjukkan jalan yang damai dan tidak merugikan.
Brahmana Ghoṭamukha menemui Bhikkhu Udena dan menyatakan bahwa menurutnya tidak ada kehidupan meninggalkan rumah yang sesuai Dhamma. Udena tidak membalas dengan dogma, tetapi mengajak Ghoṭamukha memeriksa berbagai jenis orang: mereka yang menyiksa diri, menyiksa orang lain, melakukan keduanya, dan mereka yang tidak menyiksa siapa pun. Percakapan kemudian menggambarkan jalan latihan seorang Tathāgata yang menghasilkan jenis manusia terakhir. Ghoṭamukha menjadi yakin dan ingin memberikan hadiah pribadi kepada Udena, tetapi sang bhikkhu mengarahkannya untuk membangun aula bagi Saṅgha. Kisah ditutup dengan keterangan bahwa aula tersebut kemudian dikenal dengan nama Ghoṭamukha.
mn94:12.1 And what individual mortifies themselves and others, being committed to the practice of mortifying themselves and others?
mn94:12.2 It’s when an individual is an anointed aristocratic king or a well-to-do brahmin.
mn94:12.3 He has a new ceremonial hall built to the east of the citadel. He shaves off his hair and beard, dresses in a rough antelope hide, and smears his body with ghee and oil. Scratching his back with antlers, he enters the hall with his chief queen and the brahmin high priest.
mn94:12.4 There he lies on the bare ground strewn with grass.
mn94:12.5 The king feeds on the milk from one teat of a cow that has a calf of the same color. The chief queen feeds on the milk from the second teat. The brahmin high priest feeds on the milk from the third teat. The milk from the fourth teat is served to the sacred flame. The calf feeds on the leftovers.
mn94:12.6 He says:
mn94:12.7 ‘Slaughter this many bulls, bullocks, heifers, goats, rams, and horses for the sacrifice! Fell this many trees and reap this much grass for the sacrificial equipment!’
mn94:12.8 His bondservants, servants, and workers do their jobs under threat of punishment and danger, weeping with tearful faces.
mn94:12.9 This is called an individual who mortifies themselves and others, being committed to the practice of mortifying themselves and others.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.