‹
MN 93

Assalāyanasutta

Khotbah Bersama Assalāyana

Majjhima Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA MN 93

Tokoh, tempat, dan gagasan utamanya

Brahmana muda Assalāyana dipilih untuk membela keunggulan kasta brahmana. Buddha mengujinya lewat kenyataan kelahiran, perilaku, hukum, dan pergaulan antarmanusia, hingga klaim kemurnian berdasarkan kelahiran tidak dapat dipertahankan. Inilah Assalāyana Sutta.

Potret Buddha
TOKOH

Buddha

Guru yang membantah diskriminasi kasta melalui pertanyaan dan contoh.

TOKOH

Assalāyana

Brahmana muda terpelajar yang diminta berdebat demi keunggulan kasta.

TEMPAT

Sāvatthī

Kota tempat perdebatan berlangsung.

GAGASAN

Kelahiran bukan ukuran kemurnian

Semua golongan tunduk pada akibat perbuatan; kebajikan dan kebijaksanaan, bukan garis keturunan, menentukan keluhuran.

Visual pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

Sinopsis singkat

Para brahmana mendorong pemuda terpelajar Assalāyana untuk berdebat dengan Buddha mengenai klaim bahwa kasta brahmana adalah kasta tertinggi dan paling murni. Assalāyana sebenarnya ragu, tetapi akhirnya datang. Buddha membongkar klaim tersebut melalui pertanyaan sederhana tentang kelahiran manusia, masyarakat lain yang hanya mengenal tuan dan budak, akibat perbuatan baik dan buruk, kemampuan dari semua kasta untuk mengembangkan cinta kasih, serta kenyataan bahwa api yang dinyalakan orang dari kasta berbeda tetap memiliki sifat yang sama. Percakapan akhirnya menunjukkan bahwa kemurnian tidak diwariskan melalui kelahiran, melainkan berkaitan dengan perilaku dan kualitas batin.

mn93:8.1 “Kiñcāpi bhavaṁ gotamo evamāha, atha khvettha brāhmaṇā evametaṁ maññanti:

mn93:8.2 ‘brāhmaṇova seṭṭho vaṇṇo, hīno añño vaṇṇo …pe…

mn93:8.4 “Taṁ kiṁ maññasi, assalāyana,

mn93:8.5 brāhmaṇova nu kho pāṇātipātā paṭivirato adinnādānā paṭivirato kāmesumicchācārā paṭivirato musāvādā paṭivirato pisuṇāya vācāya paṭivirato pharusāya vācāya paṭivirato samphappalāpā paṭivirato anabhijjhālu abyāpannacitto sammādiṭṭhi kāyassa bhedā paraṁ maraṇā sugatiṁ saggaṁ lokaṁ upapajjeyya, no khattiyo, no vesso, no suddo”ti?

mn93:8.7 Khattiyopi hi, bho gotama, pāṇātipātā paṭivirato adinnādānā paṭivirato kāmesumicchācārā paṭivirato musāvādā paṭivirato pisuṇāya vācāya paṭivirato pharusāya vācāya paṭivirato samphappalāpā paṭivirato anabhijjhālu abyāpannacitto sammādiṭṭhi kāyassa bhedā paraṁ maraṇā sugatiṁ saggaṁ lokaṁ upapajjeyya.

mn93:8.8 Brāhmaṇopi hi, bho gotama …pe…

mn93:8.9 vessopi hi, bho gotama …pe…

mn93:8.11 sabbepi hi, bho gotama, cattāro vaṇṇā pāṇātipātā paṭiviratā adinnādānā paṭiviratā kāmesumicchācārā paṭiviratā musāvādā paṭiviratā pisuṇāya vācāya paṭiviratā pharusāya vācāya paṭiviratā samphappalāpā paṭiviratā anabhijjhālū abyāpannacittā sammādiṭṭhī kāyassa bhedā paraṁ maraṇā sugatiṁ saggaṁ lokaṁ upapajjeyyun”ti.

mn93:8.12 “Ettha, assalāyana, brāhmaṇānaṁ kiṁ balaṁ, ko assāso yadettha brāhmaṇā evamāhaṁsu:

mn93:8.13 ‘brāhmaṇova seṭṭho vaṇṇo, hīno añño vaṇṇo …pe…

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.