
Buddha
Guru yang diperiksa ciri dan perilakunya sebelum mengajarkan Dhamma.
Khotbah tentang Brahmāyu
Brahmana tua Brahmāyu mengirim muridnya memeriksa tiga puluh dua ciri manusia agung pada tubuh Buddha. Setelah melihat perilaku dan mendengar ajaran-Nya, Brahmāyu sendiri datang, memperoleh keyakinan, dan menerima pengajaran bertahap. Inilah Brahmāyu Sutta.

Guru yang diperiksa ciri dan perilakunya sebelum mengajarkan Dhamma.
Brahmana sepuh dan terpelajar yang akhirnya menyatakan keyakinannya.
Murid Brahmāyu yang mengamati Buddha selama berbulan-bulan.
Kota tempat Brahmāyu menemui Buddha.
Keyakinan Brahmāyu tumbuh melalui pengamatan teliti, perilaku yang konsisten, dan pemahaman langsung atas ajaran.
Brahmana tua Brahmāyu mendengar bahwa Buddha sedang melakukan perjalanan dan mengutus muridnya, Uttara, untuk memeriksa apakah Sang Buddha benar-benar memiliki tanda-tanda manusia agung. Uttara mengikuti Buddha selama berbulan-bulan, mengamati tubuh, cara berjalan, duduk, makan, berbicara dan mengajar. Setelah menerima laporan yang sangat rinci, Brahmāyu sendiri datang menemui Buddha. Pertemuan itu mengubah pemeriksaan tanda-tanda lahiriah menjadi keyakinan langsung: Brahmāyu bersujud, mendengar ajaran bertahap tentang kemurahan hati, sila, surga, bahaya kenikmatan indria dan pelepasan, lalu menerima penjelasan Empat Kebenaran Mulia.
mn91:8.1 Kemudian Uttara, pemuda itu, berpikir,
mn91:8.2 “Pertapa Gotama sungguh memiliki tiga puluh dua tanda-tanda seorang manusia agung.
mn91:8.3 Mengapa aku tidak mengikuti Pertapa Gotama dan mengamati perilaku serta gerak-geriknya?”
mn91:8.4 Maka Uttara, brahmana muda itu, mengikuti Bhagavā bagaikan bayangan yang tak pernah lepas selama tujuh bulan.
mn91:8.5 Setelah tujuh bulan berlalu, brahmana muda Uttara itu berangkat mengembara menuju Mithilā di negeri Videha.
mn91:8.6 Dalam perjalanan berkeliling secara bertahap, ia sampai di Mithilā dan mendatangi brahmana Brahmāyu. Setelah mendekat, ia memberi hormat kepada brahmana Brahmāyu dan duduk di satu sisi. Ketika Uttara sang pemuda telah duduk di satu sisi, brahmana Brahmāyu berkata kepadanya:
mn91:8.7 "Wahai Uttara yang terkasih, apakah kabar tentang Yang Mulia Gotama itu memang sesuai dengan kenyataan, tidak berbeda dari yang sebenarnya?"
mn91:8.8 "Dan apakah Yang Mulia Gotama itu memang demikian adanya, tidak berbeda dari gambaran itu?"
mn91:8.9 "Benar, Tuan, kabar tentang Yang Mulia Gotama itu memang sesuai dengan kenyataan, tidak berbeda dari yang sebenarnya;
mn91:8.10 demikianlah adanya Yang Mulia Gotama itu, tidak berbeda dari gambaran itu."
mn91:8.11 Dan Yang Mulia Gotama itu memiliki tiga puluh dua tanda-tanda orang besar.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.