
Buddha
Guru yang diperiksa ciri dan perilakunya sebelum mengajarkan Dhamma.
Khotbah tentang Brahmāyu
Brahmana tua Brahmāyu mengirim muridnya memeriksa tiga puluh dua ciri manusia agung pada tubuh Buddha. Setelah melihat perilaku dan mendengar ajaran-Nya, Brahmāyu sendiri datang, memperoleh keyakinan, dan menerima pengajaran bertahap. Inilah Brahmāyu Sutta.

Guru yang diperiksa ciri dan perilakunya sebelum mengajarkan Dhamma.
Brahmana sepuh dan terpelajar yang akhirnya menyatakan keyakinannya.
Murid Brahmāyu yang mengamati Buddha selama berbulan-bulan.
Kota tempat Brahmāyu menemui Buddha.
Keyakinan Brahmāyu tumbuh melalui pengamatan teliti, perilaku yang konsisten, dan pemahaman langsung atas ajaran.
Brahmana tua Brahmāyu mendengar bahwa Buddha sedang melakukan perjalanan dan mengutus muridnya, Uttara, untuk memeriksa apakah Sang Buddha benar-benar memiliki tanda-tanda manusia agung. Uttara mengikuti Buddha selama berbulan-bulan, mengamati tubuh, cara berjalan, duduk, makan, berbicara dan mengajar. Setelah menerima laporan yang sangat rinci, Brahmāyu sendiri datang menemui Buddha. Pertemuan itu mengubah pemeriksaan tanda-tanda lahiriah menjadi keyakinan langsung: Brahmāyu bersujud, mendengar ajaran bertahap tentang kemurahan hati, sila, surga, bahaya kenikmatan indria dan pelepasan, lalu menerima penjelasan Empat Kebenaran Mulia.
mn91:14.1 He receives neither too little nor too much water.
mn91:14.2 He rinses the bowl without making a sloshing noise, or spinning it around. He doesn’t put the bowl on the ground to rinse his hands; his hands and bowl are rinsed at the same time.
mn91:14.3 He doesn’t throw the bowl rinsing water away too far or too near, or splash it about.
mn91:14.4 When receiving rice, he holds the bowl neither too straight nor too bent, neither too close nor too loose.
mn91:14.5 He receives neither too little nor too much rice.
mn91:14.6 He eats sauce in a moderate proportion, and doesn’t put too much sauce on his portions.
mn91:14.7 He chews over each portion two or three times before swallowing.
mn91:14.8 But no grain of rice enters his body unchewed, and none remain in his mouth.
mn91:14.9 Only then does he raise another portion to his lips.
mn91:14.10 He eats experiencing the taste, but without experiencing greed for the taste.
mn91:14.11 He eats food thinking of eight reasons:
mn91:14.12 ‘Not for fun, indulgence, adornment, or decoration, but only to sustain this body, to avoid harm, and to support spiritual practice. In this way, I shall put an end to old discomfort and not give rise to new discomfort, and I will have the means to keep going, blamelessness, and a comfortable abiding.’
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.