
Buddha
Guru yang menerima penghormatan Raja Pasenadi dan menyebut pernyataannya sebagai monumen Dhamma.
Khotbah tentang Tempat-Tempat Suci Dhamma
Raja Pasenadi menyampaikan alasan-alasan mendalam mengapa ia menaruh keyakinan kepada Buddha: kehidupan para siswa, ketertiban komunitas, kekuatan ajaran, dan perubahan nyata pada mereka yang berlatih. Inilah Dhammacetiya Sutta.

Guru yang menerima penghormatan Raja Pasenadi dan menyebut pernyataannya sebagai monumen Dhamma.

Raja Kosala yang menguraikan alasan keyakinannya kepada Buddha.
Tempat raja menemui Buddha dan menyampaikan kesaksiannya.
Penghormatan terbaik bukan bangunan, melainkan kesaksian jujur tentang ajaran yang tampak dalam kehidupan dan perilaku para praktisinya.
Raja Pasenadi bertemu Buddha di sebuah taman dan menyampaikan serangkaian alasan mengapa ia memiliki keyakinan mendalam kepada Sang Guru. Ia mengamati para petapa lain yang setelah bertahun-tahun masih tampak tidak puas, sementara para bhikkhu Buddha hidup rukun, cerah dan tertib. Ia melihat murid-murid tidak meninggalkan Buddha setelah mendengar ajaran, bahkan orang yang datang berniat berdebat sering berakhir menjadi pengikut. Raja juga memperhatikan ketertiban luar biasa ketika Buddha mengajar dan membandingkannya dengan kesulitan menjaga ketertiban di istananya sendiri. Rangkaian pengamatan pribadi itu menjadi ‘monumen-monumen Dhamma’—kesaksian Pasenadi tentang keyakinan yang tumbuh dari apa yang ia lihat sendiri.
Tena kho pana samayena sambahulā bhikkhū abbhokāse caṅkamanti.
Pada saat itu, sejumlah bhikkhu sedang berjalan mondar-mandir dengan penuh perhatian di ruang terbuka.
Atha kho rājā pasenadi kosalo yena te bhikkhū tenupasaṅkami; upasaṅkamitvā te bhikkhū etadavoca:
Kemudian Raja Pasenadi dari Kosala mendatangi para bhikkhu itu; setelah mendekat, ia berkata kepada mereka,
“kahaṁ nu kho, bhante, etarahi so bhagavā viharati arahaṁ sammāsambuddho?
“Para Bhante, di manakah kini Bhagavā berdiam, Sang Arahant, Yang Tercerahkan Sempurna?
Dassanakāmā hi mayaṁ taṁ bhagavantaṁ arahantaṁ sammāsambuddhan”ti.
Sebab kami ingin bertemu dengan Bhagavā, Sang Arahant, Yang Tercerahkan Sempurna itu.”
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.