‹
MN 89

Dhammacetiyasutta

Khotbah tentang Tempat-Tempat Suci Dhamma

Majjhima Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA MN 89

Tokoh, tempat, dan gagasan utamanya

Raja Pasenadi menyampaikan alasan-alasan mendalam mengapa ia menaruh keyakinan kepada Buddha: kehidupan para siswa, ketertiban komunitas, kekuatan ajaran, dan perubahan nyata pada mereka yang berlatih. Inilah Dhammacetiya Sutta.

Potret Buddha
TOKOH

Buddha

Guru yang menerima penghormatan Raja Pasenadi dan menyebut pernyataannya sebagai monumen Dhamma.

Raja Pasenadi
TOKOH

Raja Pasenadi

Raja Kosala yang menguraikan alasan keyakinannya kepada Buddha.

TEMPAT

Medalumpa, negeri Sakya

Tempat raja menemui Buddha dan menyampaikan kesaksiannya.

GAGASAN

Monumen Dhamma

Penghormatan terbaik bukan bangunan, melainkan kesaksian jujur tentang ajaran yang tampak dalam kehidupan dan perilaku para praktisinya.

Visual pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

Sinopsis singkat

Raja Pasenadi bertemu Buddha di sebuah taman dan menyampaikan serangkaian alasan mengapa ia memiliki keyakinan mendalam kepada Sang Guru. Ia mengamati para petapa lain yang setelah bertahun-tahun masih tampak tidak puas, sementara para bhikkhu Buddha hidup rukun, cerah dan tertib. Ia melihat murid-murid tidak meninggalkan Buddha setelah mendengar ajaran, bahkan orang yang datang berniat berdebat sering berakhir menjadi pengikut. Raja juga memperhatikan ketertiban luar biasa ketika Buddha mengajar dan membandingkannya dengan kesulitan menjaga ketertiban di istananya sendiri. Rangkaian pengamatan pribadi itu menjadi ‘monumen-monumen Dhamma’—kesaksian Pasenadi tentang keyakinan yang tumbuh dari apa yang ia lihat sendiri.

mn89:18.1 Furthermore, these chamberlains Isidatta and Purāṇa share my meals and my carriages. I give them a livelihood and bring them renown.

mn89:18.2 And yet they don’t show me the same level of deference that they show to the Buddha.

mn89:18.3 Once it so happened that while I was leading a military campaign and testing Isidatta and Purāṇa I took up residence in a cramped house.

mn89:18.4 They spent much of the night discussing the teaching, then they lay down with their heads toward where the Buddha was and their feet toward me.

mn89:18.6 ‘Oh lord, how incredible, how amazing!

mn89:18.7 These chamberlains Isidatta and Purāṇa share my meals and my carriages. I give them a livelihood and bring them renown.

mn89:18.8 And yet they don’t show me the same level of deference that they show to the Buddha.

mn89:18.9 Clearly these venerables have realized a higher distinction in the Buddha’s instructions than they had before.’

mn89:18.10 So I infer this about the Buddha from the teaching:

mn89:18.11 ‘The Blessed One is a fully awakened Buddha. The teaching is well explained. The Saṅgha is practicing well.’

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.