
Buddha
Guru yang menerima penghormatan Raja Pasenadi dan menyebut pernyataannya sebagai monumen Dhamma.
Khotbah tentang Tempat-Tempat Suci Dhamma
Raja Pasenadi menyampaikan alasan-alasan mendalam mengapa ia menaruh keyakinan kepada Buddha: kehidupan para siswa, ketertiban komunitas, kekuatan ajaran, dan perubahan nyata pada mereka yang berlatih. Inilah Dhammacetiya Sutta.

Guru yang menerima penghormatan Raja Pasenadi dan menyebut pernyataannya sebagai monumen Dhamma.

Raja Kosala yang menguraikan alasan keyakinannya kepada Buddha.
Tempat raja menemui Buddha dan menyampaikan kesaksiannya.
Penghormatan terbaik bukan bangunan, melainkan kesaksian jujur tentang ajaran yang tampak dalam kehidupan dan perilaku para praktisinya.
Raja Pasenadi bertemu Buddha di sebuah taman dan menyampaikan serangkaian alasan mengapa ia memiliki keyakinan mendalam kepada Sang Guru. Ia mengamati para petapa lain yang setelah bertahun-tahun masih tampak tidak puas, sementara para bhikkhu Buddha hidup rukun, cerah dan tertib. Ia melihat murid-murid tidak meninggalkan Buddha setelah mendengar ajaran, bahkan orang yang datang berniat berdebat sering berakhir menjadi pengikut. Raja juga memperhatikan ketertiban luar biasa ketika Buddha mengajar dan membandingkannya dengan kesulitan menjaga ketertiban di istananya sendiri. Rangkaian pengamatan pribadi itu menjadi ‘monumen-monumen Dhamma’—kesaksian Pasenadi tentang keyakinan yang tumbuh dari apa yang ia lihat sendiri.
mn89:18.1 Furthermore, these chamberlains Isidatta and Purāṇa share my meals and my carriages. I give them a livelihood and bring them renown.
mn89:18.2 And yet they don’t show me the same level of deference that they show to the Buddha.
mn89:18.3 Once it so happened that while I was leading a military campaign and testing Isidatta and Purāṇa I took up residence in a cramped house.
mn89:18.4 They spent much of the night discussing the teaching, then they lay down with their heads toward where the Buddha was and their feet toward me.
mn89:18.5 It occurred to me:
mn89:18.6 ‘Oh lord, how incredible, how amazing!
mn89:18.7 These chamberlains Isidatta and Purāṇa share my meals and my carriages. I give them a livelihood and bring them renown.
mn89:18.8 And yet they don’t show me the same level of deference that they show to the Buddha.
mn89:18.9 Clearly these venerables have realized a higher distinction in the Buddha’s instructions than they had before.’
mn89:18.10 So I infer this about the Buddha from the teaching:
mn89:18.11 ‘The Blessed One is a fully awakened Buddha. The teaching is well explained. The Saṅgha is practicing well.’
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.