
Buddha
Guru yang menerima penghormatan Raja Pasenadi dan menyebut pernyataannya sebagai monumen Dhamma.
Khotbah tentang Tempat-Tempat Suci Dhamma
Raja Pasenadi menyampaikan alasan-alasan mendalam mengapa ia menaruh keyakinan kepada Buddha: kehidupan para siswa, ketertiban komunitas, kekuatan ajaran, dan perubahan nyata pada mereka yang berlatih. Inilah Dhammacetiya Sutta.

Guru yang menerima penghormatan Raja Pasenadi dan menyebut pernyataannya sebagai monumen Dhamma.

Raja Kosala yang menguraikan alasan keyakinannya kepada Buddha.
Tempat raja menemui Buddha dan menyampaikan kesaksiannya.
Penghormatan terbaik bukan bangunan, melainkan kesaksian jujur tentang ajaran yang tampak dalam kehidupan dan perilaku para praktisinya.
Raja Pasenadi bertemu Buddha di sebuah taman dan menyampaikan serangkaian alasan mengapa ia memiliki keyakinan mendalam kepada Sang Guru. Ia mengamati para petapa lain yang setelah bertahun-tahun masih tampak tidak puas, sementara para bhikkhu Buddha hidup rukun, cerah dan tertib. Ia melihat murid-murid tidak meninggalkan Buddha setelah mendengar ajaran, bahkan orang yang datang berniat berdebat sering berakhir menjadi pengikut. Raja juga memperhatikan ketertiban luar biasa ketika Buddha mengajar dan membandingkannya dengan kesulitan menjaga ketertiban di istananya sendiri. Rangkaian pengamatan pribadi itu menjadi ‘monumen-monumen Dhamma’—kesaksian Pasenadi tentang keyakinan yang tumbuh dari apa yang ia lihat sendiri.
mn89:14.1 Furthermore, I’ve seen some astute aristocrats who are subtle, accomplished in the doctrines of others, hair-splitters. You’d think they live to demolish convictions with their intellect.
mn89:14.2 They hear:
mn89:14.3 ‘So, gentlemen, that ascetic Gotama will come down to such-and-such village or town.’
mn89:14.4 They formulate a question, thinking:
mn89:14.5 ‘We’ll approach the ascetic Gotama and ask him this question.
mn89:14.6 If he answers like this, we’ll refute him like that;
mn89:14.7 and if he answers like that, we’ll refute him like this.’
mn89:14.8 When they hear that
mn89:14.9 he has come down
mn89:14.10 they approach him.
mn89:14.11 The Buddha educates, encourages, fires up, and inspires them with a Dhamma talk.
mn89:14.12 They don’t even get around to asking their question to the Buddha, so how could they refute his answer?
mn89:14.13 Invariably, they become his disciples.
mn89:14.14 So I infer this about the Buddha from the teaching:
mn89:14.15 ‘The Blessed One is a fully awakened Buddha. The teaching is well explained. The Saṅgha is practicing well.’
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.