‹
MN 86

Aṅgulimālasutta

Khotbah tentang Aṅgulimāla

Majjhima Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA MN 86

Tokoh, tempat, dan gagasan utamanya

Aṅgulimāla, pembunuh yang ditakuti, gagal mengejar Buddha yang berjalan tenang. Pertemuan itu mengubah arah hidupnya: ia berhenti melakukan kekerasan, menjadi bhikkhu, dan akhirnya mencapai pembebasan. Inilah Aṅgulimāla Sutta.

Potret Buddha
TOKOH

Buddha

Guru yang menghadapi Aṅgulimāla tanpa kebencian dan membuka jalan perubahan.

TOKOH

Aṅgulimāla

Perampok kejam yang bertobat, ditahbiskan, dan menjalani akibat masa lalunya dengan sabar.

Raja Pasenadi
TOKOH

Raja Pasenadi

Raja Kosala yang datang mencari Aṅgulimāla dan terkejut melihat perubahannya.

TEMPAT

Kosala dan Sāvatthī

Hutan tempat pertemuan terjadi dan kota tempat kisah berlanjut.

GAGASAN

Perubahan masih mungkin

Masa lalu yang berat tidak harus menentukan akhir kehidupan ketika kekerasan dihentikan dan latihan dijalani sungguh-sungguh.

Visual pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

Sinopsis singkat

Aṅgulimāla adalah perampok yang ditakuti, dikenal membunuh manusia dan mengumpulkan jari korbannya. Ketika Buddha sengaja berjalan ke wilayah tempat ia berada, orang-orang berusaha memperingatkan beliau. Aṅgulimāla mengejar Buddha, tetapi meskipun berlari sekuat tenaga ia tidak dapat menyusul Sang Guru yang berjalan biasa. Ketika ia berteriak meminta Buddha berhenti, Buddha menjawab bahwa beliau telah berhenti dari kekerasan, sedangkan Aṅgulimāla belum. Kata-kata itu mengguncangnya; ia membuang senjata dan menjadi bhikkhu. Kemudian, ketika mengalami lemparan batu dan serangan akibat kebencian masyarakat, ia belajar menanggung buah perbuatannya. Pada akhirnya mantan pembunuh itu mencapai Kearahattaan.

mn86:5.1 Then Aṅgulimāla donned his sword and shield, fastened his bow and arrows, and followed behind the Buddha.

mn86:5.2 But the Buddha used his psychic power to will that Aṅgulimāla could not catch up with him no matter how hard he tried, even though the Buddha kept walking at a normal speed.

mn86:5.4 “Oh lord, how incredible, how amazing!

mn86:5.5 Previously, even when I’ve chased a speeding elephant, horse, chariot or deer, I’ve always caught up with them.

mn86:5.6 But I can’t catch up with this ascetic no matter how hard I try, even though he’s walking at a normal speed.”

mn86:5.9 “I’ve stopped, Aṅgulimāla—now you stop.”

mn86:5.11 “These ascetics who follow the Sakyan speak the truth.

mn86:5.12 Yet while walking the ascetic says:

mn86:5.13 ‘I’ve stopped, Aṅgulimāla—now you stop.’

mn86:5.14 Why don’t I ask him about this?”

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.