
Buddha
Guru yang menceritakan pencarian sebelum pencerahan dan jalan yang ditemukannya.
Khotbah dengan Pangeran Bodhi
Pangeran Bodhi berharap kebahagiaan diperoleh melalui penderitaan. Buddha menanggapinya dengan kisah pencarian-Nya sendiri dan menjelaskan lima kualitas yang dibutuhkan seorang siswa agar latihan berbuah. Inilah Bodhirājakumāra Sutta.

Guru yang menceritakan pencarian sebelum pencerahan dan jalan yang ditemukannya.
Pangeran yang mengundang Buddha ke istana Kokanada.
Kota tempat istana baru Pangeran Bodhi berada.
Keyakinan, kesehatan, kejujuran, semangat, dan kebijaksanaan membuat seseorang siap dibimbing menuju pembebasan.
Pangeran Bodhi mengundang Buddha dan para bhikkhu makan di istananya. Ia membentangkan kain putih di tangga dan meminta Buddha menginjaknya, tetapi Buddha diam sampai kain itu disingkirkan. Setelah makan, sang pangeran menyatakan keyakinannya bahwa kebahagiaan tidak dapat diperoleh melalui kebahagiaan, melainkan hanya melalui penderitaan. Buddha menjawab dengan menceritakan pencariannya sendiri sebelum pencerahan: belajar kepada dua guru, menjalani pertapaan keras, lalu menyadari bahwa penyiksaan diri bukan jalan. Ia mengingat jhāna yang pernah dialami ketika muda dan memahami bahwa kebahagiaan meditasi tidak perlu ditakuti. Dari sana ia menempuh jalan tengah hingga mencapai pencerahan.
mn85:18.1 Aparāpi kho maṁ, rājakumāra, dutiyā upamā paṭibhāsi anacchariyā pubbe assutapubbā.
mn85:18.2 Seyyathāpi, rājakumāra, allaṁ kaṭṭhaṁ sasnehaṁ ārakā udakā thale nikkhittaṁ.
mn85:18.3 Atha puriso āgaccheyya uttarāraṇiṁ ādāya:
mn85:18.4 ‘aggiṁ abhinibbattessāmi, tejo pātukarissāmī’ti.
mn85:18.5 Taṁ kiṁ maññasi, rājakumāra,
mn85:18.6 api nu so puriso amuṁ allaṁ kaṭṭhaṁ sasnehaṁ ārakā udakā thale nikkhittaṁ uttarāraṇiṁ ādāya abhimanthento aggiṁ abhinibbatteyya, tejo pātukareyyā”ti?
mn85:18.7 “No hidaṁ, bhante.
mn85:18.8 Taṁ kissa hetu?
mn85:18.9 Aduñhi, bhante, allaṁ kaṭṭhaṁ sasnehaṁ kiñcāpi ārakā udakā thale nikkhittaṁ,
mn85:18.10 yāvadeva ca pana so puriso kilamathassa vighātassa bhāgī assā”ti.
mn85:18.11 “Evameva kho, rājakumāra, ye hi keci samaṇā vā brāhmaṇā vā kāyena ceva cittena ca kāmehi vūpakaṭṭhā viharanti, yo ca nesaṁ kāmesu kāmacchando kāmasneho kāmamucchā kāmapipāsā kāmapariḷāho so ca ajjhattaṁ na suppahīno hoti, na suppaṭippassaddho.
mn85:18.12 Opakkamikā cepi te bhonto samaṇabrāhmaṇā dukkhā tibbā kharā kaṭukā vedanā vedayanti, abhabbāva te ñāṇāya dassanāya anuttarāya sambodhāya.
mn85:18.13 No cepi te bhonto samaṇabrāhmaṇā opakkamikā dukkhā tibbā kharā kaṭukā vedanā vedayanti, abhabbāva te ñāṇāya dassanāya anuttarāya sambodhāya.
mn85:18.14 Ayaṁ kho maṁ, rājakumāra, dutiyā upamā paṭibhāsi anacchariyā pubbe assutapubbā.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.