‹
MN 84

Madhurasutta

Khotbah di Madhurā

Majjhima Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA MN 84

Tokoh, tempat, dan gagasan utamanya

Raja Avantiputta bertanya kepada Mahākaccāna tentang klaim kaum brahmana sebagai kasta tertinggi. Dengan alasan yang tenang, Mahākaccāna menunjukkan bahwa perbuatan dan hukum berlaku sama bagi semua golongan. Inilah Madhura Sutta.

Mahākaccāna
TOKOH

Mahākaccāna

Murid utama yang menjelaskan kesetaraan manusia melalui akibat perbuatan.

TOKOH

Raja Avantiputta

Raja Madhurā yang menguji klaim keunggulan kasta brahmana.

TEMPAT

Madhurā

Kerajaan tempat dialog tentang kasta berlangsung.

GAGASAN

Martabat ditentukan perbuatan

Kelahiran tidak membuat seseorang kebal dari hukum, akibat perbuatan, atau kebutuhan melatih kebajikan.

Visual pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

Sinopsis singkat

Mahākaccāna tinggal di Madhurā ketika Raja Avantiputta datang menemuinya dan mengangkat klaim para brahmana bahwa hanya kasta mereka yang paling tinggi, paling murni dan merupakan anak Brahmā. Mahākaccāna meminta raja melihat kenyataan: orang dari kasta mana pun yang kaya dapat dilayani oleh kasta lain; siapa pun yang melakukan kejahatan menerima akibat buruk; dan siapa pun yang hidup bajik dapat menuju keadaan baik. Bila seseorang meninggalkan kehidupan rumah tangga dan menjadi petapa yang baik, raja sendiri akan menghormatinya tanpa mempersoalkan kasta asalnya. Dengan tanya jawab itu, keunggulan berdasarkan kelahiran digantikan oleh ukuran perbuatan dan kualitas seseorang.

mn84:10.1 When he had spoken, King Avantiputta of Madhurā said to Mahākaccāna,

mn84:10.2 “Excellent, worthy Kaccāna! Excellent!

mn84:10.3 As if he were righting the overturned, or revealing the hidden, or pointing out the path to the lost, or lighting a lamp in the dark so people with clear eyes can see what’s there, the worthy Kaccāna has made the teaching clear in many ways.

mn84:10.4 I go for refuge to the worthy Kaccāna, to the teaching, and to the mendicant Saṅgha.

mn84:10.5 From this day forth, may the worthy Kaccāna remember me as a lay follower who has gone for refuge for life.”

mn84:10.6 “Great king, don’t go for refuge to me.

mn84:10.7 You should go for refuge to that same Blessed One to whom I have gone for refuge.”

mn84:10.8 “But where is that Blessed One at present, the perfected one, the fully awakened Buddha?”

mn84:10.9 “Great king, the Buddha has already become fully quenched.”

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.