Raja Makhādeva
Raja masa lampau yang menjadikan uban pertama sebagai panggilan meninggalkan kehidupan istana.
Khotbah tentang Raja Maghadeva
Di sebuah hutan mangga, Buddha menceritakan Raja Makhādeva yang mewariskan tradisi meninggalkan takhta ketika uban pertama muncul. Tradisi luhur itu bertahan lama, tetapi jalan Buddha membawa lebih jauh menuju akhir penderitaan. Inilah Makhādeva Sutta.
Raja masa lampau yang menjadikan uban pertama sebagai panggilan meninggalkan kehidupan istana.

Murid yang mendengar kisah tradisi kuno tersebut.
Kota kerajaan Makhādeva dan hutan mangganya.
Tradisi baik dapat bertahan lintas generasi, tetapi Jalan Mulia berharga karena menuntun bukan hanya ke kelahiran baik, melainkan ke pembebasan.
Buddha menceritakan kisah Raja Makhādeva, penguasa yang menjalani tradisi panjang kehidupan bajik. Ketika tukang cukurnya menemukan rambut putih pertama di kepala sang raja, Makhādeva melihatnya sebagai ‘utusan dewa’ yang mengingatkan bahwa usia tua telah datang. Ia menyerahkan kerajaan kepada putranya dan meninggalkan kehidupan rumah tangga untuk mengembangkan kediaman luhur. Tradisi itu diteruskan dari generasi ke generasi tetapi akhirnya terputus. Buddha mengungkapkan bahwa beliau sendiri adalah Makhādeva pada kehidupan lampau. Namun jalan baik pada masa itu hanya membawa ke alam Brahmā; kini beliau telah menemukan jalan yang jauh lebih lengkap—Jalan Mulia Berunsur Delapan yang membawa sampai berakhirnya penderitaan.
mn83:14.1 Then Sakka, lord of gods, addressed his chariot handler Mātali,
mn83:14.2 ‘Come, dear Mātali, harness the chariot with a thousand thoroughbreds. Then go to King Nimi and say,
mn83:14.3 “Great king, this chariot has been sent for you by Sakka, lord of gods.
mn83:14.4 Mount the heavenly chariot, Great King, without wavering!”’
mn83:14.5 ‘Yes, lord,’ replied Mātali. He did as Sakka asked, and said to the king,
mn83:14.6 ‘Great king, this chariot has been sent for you by Sakka, lord of gods.
mn83:14.7 Mount the heavenly chariot, Great King, without wavering!
mn83:14.8 But which way should we go—the way of those who experience the result of bad deeds, or the way of those who experience the result of good deeds?’
mn83:14.9 ‘Take me both ways, Mātali.’
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.