Raṭṭhapāla
Putra keluarga kaya yang memilih kehidupan tanpa rumah dan mencapai pembebasan.
Khotbah tentang Raṭṭhapāla
Raṭṭhapāla meninggalkan kemewahan dan menjadi bhikkhu meski ditentang keluarganya. Saat pulang, ia menjelaskan kepada Raja Koravya empat ringkasan Dhamma tentang dunia yang rapuh dan tidak pernah memuaskan. Inilah Raṭṭhapāla Sutta.
Putra keluarga kaya yang memilih kehidupan tanpa rumah dan mencapai pembebasan.
Raja yang bertanya mengapa Raṭṭhapāla meninggalkan dunia tanpa didorong penderitaan biasa.
Kampung halaman Raṭṭhapāla dan latar kepulangannya.
Dunia tersapu usia, tanpa pelindung sejati, tanpa kepemilikan kekal, dan selalu haus akan lebih banyak.
Raṭṭhapāla berasal dari keluarga kaya di negeri Kuru. Setelah mendengar Buddha, ia ingin meninggalkan kehidupan rumah tangga, tetapi orang tuanya menolak. Ia melakukan mogok makan sampai mereka akhirnya mengizinkan dengan syarat kelak kembali berkunjung. Setelah menjadi bhikkhu dan mencapai tujuan latihan, Raṭṭhapāla pulang. Keluarganya mencoba menariknya kembali dengan kekayaan dan mantan istri, tetapi ia tidak tergoyahkan. Raja Koravya kemudian bertanya mengapa seseorang yang masih muda, sehat, kaya dan tidak kehilangan kerabat memilih kehidupan tanpa rumah. Raṭṭhapāla menjawab dengan empat ringkasan Dhamma: dunia tidak stabil, tidak memiliki pelindung, tidak benar-benar dapat dimiliki, dan manusia terus mengejar keinginan tanpa pernah merasa cukup.
mn82:19.1 Now at that time Raṭṭhapāla was eating last night’s porridge by a wall.
mn82:19.2 Then Raṭṭhapāla’s father went up to him and said,
mn82:19.3 “Dear Raṭṭhapāla! How can you be eating last night’s porridge?
mn82:19.4 Why not go to your own home?”
mn82:19.5 “Householder, how could those of us who have gone forth from the lay life to homelessness have a house?
mn82:19.6 We are homeless, householder.
mn82:19.7 I came to your house, but there I received neither alms nor a polite refusal,
mn82:19.8 but only abuse.”
mn82:19.9 “Come, dear Raṭṭhapāla, let’s go to the house.”
mn82:19.10 “Enough, householder. My meal is finished for today.”
mn82:19.11 “Well then, dear Raṭṭhapāla, please accept tomorrow’s meal from me.”
mn82:19.12 Raṭṭhapāla consented with silence.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.