
Buddha
Guru yang menguji klaim Vekhanassa dan menunjukkan kebahagiaan bebas dari nafsu.
Khotbah kepada Vekhanasa
Pengembara Vekhanassa memuji suatu keindahan tertinggi, tetapi tidak mampu menjelaskan apa yang dimaksud. Buddha menunjukkan bahwa kebebasan dari nafsu lebih luhur daripada mengejar keindahan yang masih bergantung pada indra. Inilah Vekhanassa Sutta.

Guru yang menguji klaim Vekhanassa dan menunjukkan kebahagiaan bebas dari nafsu.
Pengembara yang memuji keindahan tertinggi tanpa memahami dasarnya.
Kota tempat Vekhanassa menemui Buddha.
Yang benar-benar luhur bukan objek yang paling memikat, melainkan batin yang tidak lagi diperbudak oleh ketertarikan.
Pengembara Vekhanassa mendatangi Buddha dan memuji suatu ‘cahaya’ atau keindahan tertinggi yang menurutnya melampaui segala sesuatu. Buddha bertanya apa sebenarnya yang dimaksud, tetapi Vekhanassa hanya mengulangi klaimnya tanpa mampu menjelaskannya. Buddha lalu menunjukkan bahwa berbicara tentang sesuatu yang tidak pernah diketahui atau dilihat menyerupai orang yang jatuh cinta kepada perempuan tercantik di negeri tetapi tidak tahu siapa dia, dari keluarga mana, atau seperti apa rupanya. Percakapan beralih kepada kenikmatan indria dan kebahagiaan yang lebih tinggi. Buddha menegaskan bahwa pembebasan harus diketahui melalui pengalaman, bukan melalui pujian terhadap ideal yang tidak dipahami.
mn80:16.1 “Kaccāna, there are some ascetics and brahmins who, not knowing the first beginning or seeing the final end, nevertheless claim:
mn80:16.2 ‘We understand: “Rebirth is ended, the spiritual journey has been completed, what had to be done has been done, there is nothing further for this place.”’
mn80:16.3 There is a legitimate refutation of them.
mn80:16.4 Nevertheless, Kaccāna, leave aside the first beginning and the final end.
mn80:16.5 Let a sensible person come—neither devious nor deceitful, a person of integrity. I teach and instruct them.
mn80:16.6 Practicing as instructed they will soon know and see for themselves,
mn80:16.7 ‘So this is how to be rightly released from the bond, that is, the bond of ignorance.’
mn80:16.8 Suppose there was a little baby bound with swaddling up to the neck.
mn80:16.9 As they grow up and their senses mature, they’re accordingly released from those bonds.
mn80:16.10 They’d know ‘I’m released,’ and there would be no more bonds.
mn80:16.11 In the same way, let a sensible person come—neither devious nor deceitful, a person of integrity. I teach and instruct them.
mn80:16.12 Practicing as instructed they will soon know and see for themselves,
mn80:16.13 ‘So this is how to be rightly released from the bond, that is, the bond of ignorance.’”
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.