
Buddha
Guru yang memperluas definisi tentang manusia sempurna.
Khotbah kepada Uggāhamāna Samaṇamaṇḍikāputta
Melalui laporan tukang kayu Pañcakaṅga, Buddha menanggapi ajaran Uggāhamāna tentang manusia sempurna. Tidak sekadar menahan empat jenis perbuatan, kesempurnaan menuntut pemahaman tentang asal-usul dan lenyapnya kebiasaan batin. Inilah Samaṇamaṇḍikā Sutta.

Guru yang memperluas definisi tentang manusia sempurna.
Tukang kayu yang menyampaikan pandangan para pengembara kepada Buddha.
Kota tempat percakapan dengan Buddha berlangsung.
Kesempurnaan etis mencakup pemahaman menyeluruh tentang niat, kebiasaan, dan jalan yang mengakhiri yang tidak bermanfaat.
Tukang kayu Pañcakaṅga mendengar pengembara Uggāhamāna menyatakan bahwa seseorang telah mencapai kesempurnaan bila ia tidak melakukan perbuatan buruk melalui tubuh dan ucapan, tidak memiliki niat buruk, serta tidak mencari penghidupan buruk. Pañcakaṅga melaporkan pandangan itu kepada Buddha. Buddha menunjukkan bahwa dengan ukuran tersebut seorang bayi kecil pun dapat dianggap sempurna karena belum mampu melakukan banyak tindakan tersebut. Beliau lalu membedakan antara sekadar tidak melakukan perbuatan buruk dan benar-benar memahami bagaimana tindakan, niat dan kebiasaan muncul serta berhenti. Kesempurnaan seorang praktisi terletak pada pengembangan jalan yang secara sadar mengakhiri keadaan tidak bermanfaat dan menumbuhkan yang bermanfaat.
mn78:10.1 And what, chamberlain, are unskillful behaviors?
mn78:10.2 Unskillful deeds by way of body and speech, and bad livelihood.
mn78:10.3 These are called unskillful behaviors.
mn78:10.4 And where do these unskillful behaviors stem from?
mn78:10.5 Where they stem from has been stated.
mn78:10.6 You should say that they stem from the mind.
mn78:10.7 What mind?
mn78:10.8 The mind takes many and diverse forms.
mn78:10.9 But unskillful behaviors stem from a mind that has greed, hate, and delusion.
mn78:10.10 And where do these unskillful behaviors cease without remainder?
mn78:10.11 Their cessation has also been stated.
mn78:10.12 It’s when a mendicant gives up bad conduct by way of body, speech, and mind, and develops good conduct by way of body, speech, and mind; they give up wrong livelihood and earn a living by right livelihood.
mn78:10.13 This is where these unskillful behaviors cease without remainder.
mn78:10.14 And how is someone practicing for the cessation of unskillful behaviors?
mn78:10.15 It’s when a mendicant generates enthusiasm, tries, makes an effort, exerts the mind, and strives so that bad, unskillful qualities don’t arise.
mn78:10.16 They generate enthusiasm, try, make an effort, exert the mind, and strive so that bad, unskillful qualities that have arisen are given up.
mn78:10.17 They generate enthusiasm, try, make an effort, exert the mind, and strive so that skillful qualities arise.
mn78:10.18 They generate enthusiasm, try, make an effort, exert the mind, and strive so that skillful qualities that have arisen remain, are not lost, but increase, mature, and are fully developed.
mn78:10.19 Someone practicing like this is practicing for the cessation of unskillful behaviors.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.