‹
MN 77

Mahāsakuludāyisutta

Khotbah yang Lebih Panjang kepada Sakuludāyī

Majjhima Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA MN 77

Tokoh, tempat, dan gagasan utamanya

Sakuludāyī mengakui bahwa murid-murid Buddha menghormati gurunya bukan karena hal-hal lahiriah. Buddha menjelaskan lima alasan sejati: sila, pengetahuan, kebijaksanaan, Empat Kebenaran Mulia, dan jalan latihan menuju berbagai pengetahuan langsung. Inilah Mahāsakuludāyi Sutta.

Potret Buddha
TOKOH

Buddha

Guru yang menjelaskan dasar penghormatan para siswa.

TOKOH

Sakuludāyī

Pengembara yang membandingkan Buddha dengan guru-guru terkenal lain.

TEMPAT

Rājagaha

Taman Suaka Merak tempat para pengembara berkumpul.

GAGASAN

Mengapa seorang guru dihormati

Penghormatan yang kokoh lahir dari integritas, pengetahuan, kebijaksanaan, ajaran yang benar, dan jalan yang benar-benar dapat dipraktikkan.

Visual pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

Sinopsis singkat

Pengembara Sakuludāyin sedang duduk bersama kelompok besar ketika Buddha datang. Percakapan beralih pada alasan murid-murid Buddha menghormati dan mengikuti beliau. Udāyin menduga penyebabnya adalah makanan sederhana, jubah sederhana, kepuasan dengan tempat tinggal, kehidupan menyendiri, atau kemampuan berbicara. Buddha menunjukkan bahwa ada murid yang menjalani praktik-praktik itu lebih keras daripada beliau, sehingga bukan itu alasan utama. Ia kemudian menyebut kualitas yang benar-benar menumbuhkan penghormatan: sila yang lebih tinggi, pengetahuan dan penglihatan, kebijaksanaan, penjelasan Empat Kebenaran Mulia, serta jalan latihan yang membawa murid menuju berbagai pencapaian sampai pembebasan.

mn77:31.1 Furthermore, I have explained to my disciples a practice that they use to wield the many kinds of psychic power: multiplying themselves and becoming one again; materializing and dematerializing; going unobstructed through a wall, a rampart, or a mountain as if through space; diving in and out of the earth as if it were water; walking on water as if it were earth; flying cross-legged through the sky like a bird; touching and stroking with the hand the sun and moon, so mighty and powerful. They control the body as far as the realm of divinity.

mn77:31.2 Suppose a deft potter or their apprentice had some well-prepared clay. They could produce any kind of pot that they like.

mn77:31.3 Or suppose a deft ivory-carver or their apprentice had some well-prepared ivory. They could produce any kind of ivory item that they like.

mn77:31.4 Or suppose a deft goldsmith or their apprentice had some well-prepared gold. They could produce any kind of gold item that they like.

mn77:31.5 In the same way, I have explained to my disciples a practice that they use to wield the many kinds of psychic power …

mn77:31.6 And many of my disciples meditate on that having attained perfection and consummation of insight.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.