
Buddha
Guru yang menjelaskan dasar penghormatan para siswa.
Khotbah yang Lebih Panjang kepada Sakuludāyī
Sakuludāyī mengakui bahwa murid-murid Buddha menghormati gurunya bukan karena hal-hal lahiriah. Buddha menjelaskan lima alasan sejati: sila, pengetahuan, kebijaksanaan, Empat Kebenaran Mulia, dan jalan latihan menuju berbagai pengetahuan langsung. Inilah Mahāsakuludāyi Sutta.

Guru yang menjelaskan dasar penghormatan para siswa.
Pengembara yang membandingkan Buddha dengan guru-guru terkenal lain.
Taman Suaka Merak tempat para pengembara berkumpul.
Penghormatan yang kokoh lahir dari integritas, pengetahuan, kebijaksanaan, ajaran yang benar, dan jalan yang benar-benar dapat dipraktikkan.
Pengembara Sakuludāyin sedang duduk bersama kelompok besar ketika Buddha datang. Percakapan beralih pada alasan murid-murid Buddha menghormati dan mengikuti beliau. Udāyin menduga penyebabnya adalah makanan sederhana, jubah sederhana, kepuasan dengan tempat tinggal, kehidupan menyendiri, atau kemampuan berbicara. Buddha menunjukkan bahwa ada murid yang menjalani praktik-praktik itu lebih keras daripada beliau, sehingga bukan itu alasan utama. Ia kemudian menyebut kualitas yang benar-benar menumbuhkan penghormatan: sila yang lebih tinggi, pengetahuan dan penglihatan, kebijaksanaan, penjelasan Empat Kebenaran Mulia, serta jalan latihan yang membawa murid menuju berbagai pencapaian sampai pembebasan.
mn77:30.1 Furthermore, I have explained to my disciples a practice that they use to create from this body another body—formed, mind-made, whole in its major and minor limbs, not deficient in any faculty.
mn77:30.2 Suppose a person was to draw a reed out from its sheath.
mn77:30.3 They’d think:
mn77:30.4 ‘This is the reed, this is the sheath. The reed and the sheath are different things. The reed has been drawn out from the sheath.’
mn77:30.5 Or suppose a person was to draw a sword out from its scabbard.
mn77:30.6 They’d think:
mn77:30.7 ‘This is the sword, this is the scabbard. The sword and the scabbard are different things. The sword has been drawn out from the scabbard.’
mn77:30.8 Or suppose a person was to draw a snake out from its slough.
mn77:30.9 They’d think:
mn77:30.10 ‘This is the snake, this is the slough. The snake and the slough are different things. The snake has been drawn out from the slough.’
mn77:30.11 In the same way, I have explained to my disciples a practice that they use to create from this body another body—formed, mind-made, whole in its major and minor limbs, not deficient in any faculty.
mn77:30.12 And many of my disciples meditate on that having attained perfection and consummation of insight.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.