‹
MN 76

Sandakasutta

Sandaka Sutta

Majjhima Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA MN 76

Tokoh, tempat, dan gagasan utamanya

Ānanda menemui kelompok pengembara Sandaka dan menjelaskan empat jalan hidup yang tidak memuaskan serta empat jenis kehidupan suci yang tidak dapat diandalkan. Ia lalu menunjukkan latihan Buddha yang menghasilkan pengetahuan langsung. Inilah Sandaka Sutta.

Ānanda
TOKOH

Ānanda

Murid Buddha yang menguraikan cara menilai guru dan jalan spiritual.

TOKOH

Sandaka

Pemimpin kelompok pengembara yang mendengarkan penjelasan Ānanda.

TEMPAT

Kosambī

Kota tempat Ānanda mengunjungi kelompok Sandaka.

GAGASAN

Menguji sebuah jalan

Ajaran dinilai bukan dari klaim besar, melainkan dari apakah latihan itu membawa etika, pengetahuan langsung, dan kebebasan yang dapat dibuktikan.

Visual pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

Sinopsis singkat

Ānanda mengunjungi sebuah taman tempat pengembara Sandaka tinggal bersama banyak pengikut. Sandaka meminta penjelasan tentang ajaran Buddha, dan Ānanda menguraikan empat jenis kehidupan spiritual yang tidak memuaskan serta empat bentuk kehidupan suci yang tidak dapat diandalkan. Ia membahas guru yang menyangkal akibat perbuatan, determinisme, nihilisme, dan berbagai klaim pengetahuan yang tidak membawa pembebasan. Setelah menunjukkan jalan-jalan buntu tersebut, Ānanda menjelaskan latihan seorang Tathāgata dari sila dan meditasi hingga pengetahuan langsung dan hancurnya noda. Sandaka begitu terkesan sehingga menyuruh para pengikutnya menghormati Ānanda dan mengakui keunggulan jalan Buddha.

mn76:14.1 Tatra, sandaka, viññū puriso iti paṭisañcikkhati:

mn76:14.2 ‘ayaṁ kho bhavaṁ satthā evaṁvādī evaṁdiṭṭhi—

mn76:14.3 natthi hetu, natthi paccayo sattānaṁ saṅkilesāya, ahetū appaccayā sattā saṅkilissanti.

mn76:14.4 Natthi hetu natthi paccayo sattānaṁ visuddhiyā, ahetū appaccayā sattā visujjhanti.

mn76:14.5 Natthi balaṁ, natthi vīriyaṁ, natthi purisathāmo, natthi purisaparakkamo, sabbe sattā sabbe pāṇā sabbe bhūtā sabbe jīvā avasā abalā avīriyā niyatisaṅgatibhāvapariṇatā chasvevābhijātīsu sukhadukkhaṁ paṭisaṁvedentī’ti.

mn76:14.6 Sace imassa bhoto satthuno saccaṁ vacanaṁ, akatena me ettha kataṁ, avusitena me ettha vusitaṁ.

mn76:14.7 Ubhopi mayaṁ ettha samasamā sāmaññaṁ pattā, yo cāhaṁ na vadāmi ‘ubho ahetū appaccayā visujjhissāmā’ti.

mn76:14.8 Atirekaṁ kho panimassa bhoto satthuno naggiyaṁ muṇḍiyaṁ ukkuṭikappadhānaṁ kesamassulocanaṁ, yohaṁ puttasambādhasayanaṁ ajjhāvasanto kāsikacandanaṁ paccanubhonto mālāgandhavilepanaṁ dhārento jātarūparajataṁ sādiyanto iminā bhotā satthārā samasamagatiko bhavissāmi abhisamparāyaṁ.

mn76:14.9 Sohaṁ kiṁ jānanto kiṁ passanto imasmiṁ satthari brahmacariyaṁ carissāmi?

mn76:14.11 iti viditvā tasmā brahmacariyā nibbijja pakkamati.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.