‹
MN 70

Kīṭāgirisutta

Kīṭāgiri Sutta

Majjhima Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA MN 70

Tokoh, tempat, dan gagasan utamanya

Dua bhikkhu menolak aturan tidak makan di malam hari. Buddha menjelaskan manfaatnya, lalu menguraikan tujuh jenis pribadi berdasarkan tingkat kemajuan batin mereka. Inilah Kīṭāgiri Sutta.

Potret Buddha
TOKOH

Buddha

Guru yang menjelaskan manfaat aturan makan dan tujuh jenis pribadi dalam latihan.

TEMPAT

Kīṭāgiri

Kota di negeri Kāsi, tempat Buddha menjelaskan aturan makan dan tujuh jenis pribadi dalam latihan.

KONSEP

Tujuh jenis pribadi dalam latihan

Dari yang terbebas lewat kedua sisi hingga yang berlandaskan keyakinan semata, tujuh jenis pribadi ini menggambarkan tahapan kemajuan batin yang berbeda-beda menuju pembebasan.

Visual pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

Sinopsis singkat

Buddha memberitahu para bhikkhu di Kīṭāgiri bahwa beliau dan para murid utama merasakan kesehatan yang lebih baik sejak tidak makan pada malam hari, lalu meminta komunitas mengikuti kebiasaan tersebut. Bhikkhu Assaji dan Punabbasuka menolak dengan alasan mereka tetap sehat meskipun makan pada berbagai waktu. Ketika dipanggil, mereka tidak mampu mempertahankan alasan itu di hadapan Buddha. Percakapan kemudian melebar jauh melampaui aturan makan: Buddha membedakan berbagai jenis orang berdasarkan tingkat pencapaian dan menjelaskan bahwa tidak semua orang mencapai pengetahuan dengan cara yang sama. Ada yang telah selesai, ada yang terbebas melalui kebijaksanaan atau pengalaman mendalam, dan ada yang masih harus belajar melalui keyakinan, penyelidikan, usaha dan realisasi bertahap.

mn70:6.1 Atha kho bhagavā aññataraṁ bhikkhuṁ āmantesi:

mn70:6.2 “ehi tvaṁ, bhikkhu, mama vacanena assajipunabbasuke bhikkhū āmantehi:

mn70:6.3 ‘satthā āyasmante āmantetī’”ti.

mn70:6.4 “Evaṁ, bhante”ti kho so bhikkhu bhagavato paṭissutvā yena assajipunabbasukā bhikkhū tenupasaṅkami; upasaṅkamitvā assajipunabbasuke bhikkhū etadavoca:

mn70:6.5 “satthā āyasmante āmantetī”ti.

mn70:6.6 “Evamāvuso”ti kho assajipunabbasukā bhikkhū tassa bhikkhuno paṭissutvā yena bhagavā tenupasaṅkamiṁsu; upasaṅkamitvā bhagavantaṁ abhivādetvā ekamantaṁ nisīdiṁsu. Ekamantaṁ nisinne kho assajipunabbasuke bhikkhū bhagavā etadavoca:

mn70:6.7 “saccaṁ kira, bhikkhave, sambahulā bhikkhū tumhe upasaṅkamitvā etadavocuṁ:

mn70:6.8 ‘bhagavā kho, āvuso, aññatreva rattibhojanā bhuñjati bhikkhusaṅgho ca.

mn70:6.9 Aññatra kho panāvuso, rattibhojanā bhuñjamānā appābādhatañca sañjānanti appātaṅkatañca lahuṭṭhānañca balañca phāsuvihārañca.

mn70:6.10 Etha, tumhepi, āvuso, aññatreva rattibhojanā bhuñjatha.

mn70:6.11 Aññatra kho panāvuso, tumhepi rattibhojanā bhuñjamānā appābādhatañca sañjānissatha appātaṅkatañca lahuṭṭhānañca balañca phāsuvihārañcā’ti.

mn70:6.12 Evaṁ vutte, kira, bhikkhave, tumhe te bhikkhū evaṁ avacuttha:

mn70:6.13 ‘mayaṁ kho panāvuso, sāyañceva bhuñjāma pāto ca divā ca vikāle.

mn70:6.14 Te mayaṁ sāyañceva bhuñjamānā pāto ca divā ca vikāle appābādhatañca sañjānāma appātaṅkatañca lahuṭṭhānañca balañca phāsuvihārañca.

mn70:6.15 Te mayaṁ kiṁ sandiṭṭhikaṁ hitvā kālikaṁ anudhāvissāma?

mn70:6.16 Sāyañceva mayaṁ bhuñjissāma pāto ca divā ca vikāle’”ti.

mn70:6.18 “Kiṁ nu me tumhe, bhikkhave, evaṁ dhammaṁ desitaṁ ājānātha yaṁ kiñcāyaṁ purisapuggalo paṭisaṁvedeti sukhaṁ vā dukkhaṁ vā adukkhamasukhaṁ vā tassa akusalā dhammā parihāyanti kusalā dhammā abhivaḍḍhantī”ti?

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.